Yuk Intip Lebih Dekat Teknologi Tradisi Masyarakat Kepri

Dalam jejak sejarahnya, masyarakat Kepulauan Riau memang terkenal dengan kepiawaian dalam merancang, merakit, dan menggunakan berbagai peralatan, baik dalam mengolah hasil alam atau mengatasi ragam tantangan.
Tentunya, teknologi tradisional masyarakat Kepulauan Riau hadir semata-mata dalam upaya memudahkan masyarakat. Hal tersebut dibeberkan langsung oleh Pamong Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Syafaruddin.
Dari kajian yang dilakukan Syafaruddin, kita dapat mengintip lebih dekat tekhnologi tradisi masyarakat Kepri yang secara tidak langsung telah dikuasai dan diwarisi turun-temurun.
“Warisan tekhnologi tradisional masyarakat Kepri ini sangat kompleks, meliputi hampir keseluruhan aspek kehidupan seperti perkapalan, perumahan, pertanian, transportasi, hingga tekhnologi dalam rumah tangga.” Ujarnya, Jumat (24/4).
Lebih lanjut, Syafaruddin mencontohkan kehadiran alat ‘Apit kayu’ yang berfungsi untuk memudahkan masyarakat dalam memeras santan dari parutan kelapa.
“Apit kayu hadir dan diciptakan untuk percepatan dalam proses pengambilan santan kelapa, karena sadar jika hal tersebut dilakukan dengan tangan akan memakan waktu yang tidak sebentar.” Beber Syafaruddin.
Bahkan, untuk proses memarut kelapa, masyarakat Kepri juga tidak asing dengan alat yang bernama ‘Kukur’, serupa dudukan yang terbuat dari kayu yang dihiasi besi lengkung yang bergerigi tajam yang berfungsi untuk menghaluskan daging kelapa.
Syafaruddin menjelaskan cara kerja kukur lebih cepat dibantingkan dengan parutan kelapa yang biasa, sebab kelapa yang dikukur (dihaluskan) tanpa harus melewati serangkaian proses yang mubazir waktu, seperti mengupas tempurung. Sebab kukur digunakan untuk kelapa yang memang masih memiliki tempurung yang belum dikupas.
Disisi lain, arsitektur perumahan masyarakat tradisional Kepri juga tak kalah canggih. Syafaruddin mengambil contoh tentang bentuk bagunan atap rumah yang sengaja dibuat lancip. Hal tersebut sengaja dibuat demikian untuk meminimalisir dampak jika terjadi angin kencang.
“Itu baru sebagian kecil kecanggihan tekhnologi tradisi masyarakat Kepri yang masih lestari hingga sekarang.” Beber Syafaruddin.
Ragam Jenis Rumah Masyarakat Kepulauan Riau
Secara umum, rumah masyarakat Kepri terdiri atas dua bagian. Bagian depan disebut rumah induk, sementara bagian belakang disebut rumah dapur.
Sementara untuk sebutan rumahnya sendiri mengacu pada bentuk dasar atapnya yang secara umum juga terdapat dua bentuk, antara lain rumah perabung panjang dan rumah perabung limas. Dari bentuk dasar tersebut lahirlah beberapa versi rumah masyarakat Kepri, seperti ‘rumah atap lipat kajang’. Disebut demikian karena kemiringan sudut atao tidak boleh kurang dari 45 derajat.
‘Rumah ampa labu’, sepintas seperti rumah atap lipat kajang hanya saja sedikit lebih datar atau dengan kemiringan atap kurang dari 45 derajat. ‘rumah limas potong’, yaitu jenis rumah ampa labu yang pada bagian ujung atap rumahnya dibuat berbentuk limas atau piramida.
Selain rumah induk, rumah dapur juga memiliki arti penting bagi masyarakat Kepri karena mengandung filosofi rumah tangga yakni ‘rumah yang baik apabila dapurnya baik’. Artinya sang pemilik rumah memiliki sifat yang tidak haus pujian. Seluruh rumah disimbolkan sebagai bagian dari kehidupan dengan kondisi dapur yang dijadikan tolok ukur penilaian. Seperti dapur yang selalu berasap setiap subuh menandakan penghuninya yang rajin dan taat beragama.
