Konten dari Pengguna

Hidrogen Hijau: Peluang Energi Bersih dan Tantangan di Baliknya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fahmi Rhamadan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Pixabay

Hidrogen hijau sering dipromosikan sebagai jawaban atas transisi energi, tetapi pembicaraan publik kerap berhenti pada slogan. Menurut saya, teknologi ini menarik sekaligus perlu dibahas dengan kepala dingin: ia punya peluang nyata di bidang tertentu, tetapi bukan solusi ajaib untuk semua kebutuhan energi.

Apa itu hidrogen hijau

Hidrogen hijau dibuat lewat elektrolisis, yaitu memecah air menjadi hidrogen dan oksigen menggunakan listrik yang berasal dari sumber terbarukan seperti surya, angin, atau air. Karena listriknya bersih, proses ini tidak menghasilkan emisi karbon dioksida langsung. Bandingkan dengan “hidrogen abu-abu” yang dibuat dari gas alam dan melepaskan karbon dioksida, atau “hidrogen biru” yang juga dari gas alam tetapi emisinya ditangkap dan disimpan.

Di mana hidrogen hijau paling berguna

Menurut saya, nilai terbesarnya ada pada sektor yang sulit dialiri listrik langsung:

Industri pupuk dan kimia, yang sudah memakai hidrogen dalam jumlah besar, misalnya untuk produksi amonia.

Kilang dan industri baja, yang membutuhkan hidrogen atau panas tinggi.

Transportasi berat, seperti kapal dan pesawat, yang sulit memakai baterai besar.

Untuk kendaraan penumpang biasa, listrik langsung dengan baterai umumnya lebih efisien.

Tantangan teknis hidrogen hijau

Beberapa hambatan yang perlu dijawab insinyur kimia dan pembuat kebijakan:

Biaya dan efisiensi. Elektrolisis membutuhkan banyak listrik, sehingga biaya listrik terbarukan sangat menentukan harga hidrogen.

Penyimpanan dan pengangkutan. Hidrogen sangat ringan dan butuh volume besar, sehingga perlu dikompresi, dicairkan, atau diubah menjadi pembawa lain seperti amonia.

Keselamatan. Hidrogen mudah menyala dan bocor lewat celah kecil, sehingga desain dan perawatan harus ketat.

Infrastruktur. Pipa, tangki, dan fasilitas pengisian belum tersedia luas.

Tentu ada pandangan lain. Sebagian pihak skeptis karena banyak energi hilang dalam proses pembuatan dan penggunaan hidrogen, dan menilai listrik langsung lebih efisien. Kritik itu benar untuk banyak penggunaan, dan itulah alasan prioritas sebaiknya diberikan pada sektor yang memang sulit dilistriki.

Penutup

Pada akhirnya, hidrogen hijau layak dikembangkan dengan realistis: mulai dari penggunaan yang paling masuk akal, sambil menurunkan biaya dan memperbaiki penyimpanan. Pertanyaan yang layak diajukan: untuk kebutuhan energi mana hidrogen benar-benar tidak tergantikan?