Konten dari Pengguna

Ketika Kebenaran Terlihat Pahit Bagi yang Berbeda Pandangan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ivan Abdillah Azibra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perempuan Emosional. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perempuan Emosional. Foto: Shutterstock

Kebenaran yang nyata akan terlihat pahit jika seseorang berbeda pandangan, sebuah tamparan fakta terhadap semua orang yang selalu bertentangan dengan pandangan yang berbeda. Ada yang dinamakan barisan orang-orang sakit hati atas berbedanya pandangan dan merasa kalau fakta memang menyakitkan.

Berdasarkan studi psikologi kunci yang dilakukan oleh Nyhan dan Reifler (2010) fakta akan terasa menyakitkan bagi yang berbeda pandangan dan justru memperkuat keyakinan yang salah disebut sebagai Backfire Effect. Dalam penelitiannya para ahli psikologi tersebut membuktikan bahwa menyodorkan bukti yang kuat sering kali membuat orang yang berbeda pandangan akan merasa lebih bebal alias menjadi lebih keras kepala.

Contoh nyatanya adalah ketika orang yang melontarkan pendapat di kolom komentar media sosial, komentar tersebut berisikan fakta dan orang yang berbeda pandangan terhadap fakta tersebut akan terlihat kesal dan tidak terima akan kebenaran yang ada.

screnshot komentar di media sosial

Komentar di atas muncul karena terjadinya kekeliruan kaka tingkat di sebuah perguruan tinggi, yang di mana kaka tingkat tersebut menyarankan kepada mahasiswa baru pada tanggal 13-15 Juli untuk berangkat ke kampus dan melakukan bounding pada mahasiswa baru.

Pelaksanaan PKKMB atau Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru akan dilaksanakan pada Agustus mendatang sekitar tanggal 11-17 Agustus 2026. Kegiatan tersebut akan dimulai kurang lebih satu bukan ke depan, namun salah satu maba tersebut keberatan akan saran dari kaka tingkatnya untuk berangkat ke kampus pada 13-15 Juli mendatang, sehingga maba tersebut membuat pertanyaan di salah satu media sosial menfes yang bertujuan meminta saran kepada orang-orang untuk meyakinkan dirinya supaya berangkat atau tidak.

Dalam postingan tersebut menuai pro dan kontra karena terdapat banyak saran yang tidak sejalan dengan kemauan kaka tingkat, yang di mana kaka tingkat tersebut menginginkan agar mahasiswa barunya itu berangkat pada 13-15 Juli 2026.

Terdapat komentar dari beberapa akun instagram yaitu @gammecie dan @ivan.abdllh2 yang menyarankan supaya tidak usah berangkat terlebih dahulu, karena pelaksanaan PKKMB tersebut masih satu bulan lagi, mereka menyarankan lebih baik lawan atau tolak ajakan tersebut dan lebih baik di rumah aja dulu, tetapi jika mahasiswa baru tersebut tetap berangkat mereka juga mempersilakan agar dapat bertemu dan berbaur dengan kaka tingkatnya.

Mereka berkomentar seperti itu karena terdapat beberapa alasan, seperti kegiatan tersebut tidak terlalu penting karena pelaksanaan PKKMB masih lama, serta kebanyakan kos-kosan yang di tempati mahasiswa baru, baru bisa di gunakan pada awal Agustus mendatang.

Komentar tersebut memicu polemik antar kaka tingkat, ada yang berpendapat bahwa komentar tersebut memang fakta dan benar, namun juga ada yang berpendapat bahwa komentar tersebut salah dan tidak benar, karena mereka ingin jika tanggal 13-15 Juli mendatang supaya berangkat dan dapat mengikuti bounding yang mereka pikir itu penting.

Terdapat panitia yang tidak terima dengan komentar yang menyarankan untuk tidak berangkat terlebih dahulu, panitia yang tidak terima berbondong-bondong membuat konten jedag-jedug dengan background salah satu komentar di media sosial tersebut.

Kasus di atas merupakan representasi dari studi psikologi kunci yang dijelaskan oleh Nyhan dan Reifler (2006-2010)s di mana mereka menjelaskan bahwa sebuah fakta memang menyakitkan bagi yang berbeda pandangan.

Tulisan ini bermaksud untuk mengedukasi bukan untuk memecah belah antar orang yang berbeda pandangan serta dapat memberikan pemahaman bagi orang-orang yang selalu berbeda pandangan.