Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UNDIP Perkenalkan Teknologi Reproduksi Ternak di Desa Kenteng

Kevin Ferdinand

Kevin Ferdinand

Mahasiswa S-1 Peternakan Universitas Diponegoro

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kevin Ferdinand tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kevin Ferdinand, mahasiswa KKN T 90 Universitas Diponegoro memperkenalkan teknologi inseminasi buatan kepada peternak di desa kenteng. Dok: KKN T 90 UNDIP
zoom-in-whitePerbesar
Kevin Ferdinand, mahasiswa KKN T 90 Universitas Diponegoro memperkenalkan teknologi inseminasi buatan kepada peternak di desa kenteng. Dok: KKN T 90 UNDIP

Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 90 Universitas Diponegoro, Kevin Ferdinand, menggelar sosialisasi mengenai teknologi inseminasi buatan (IB) bagi masyarakat Dusun Ampel Gading, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai teknologi reproduksi ternak sebagai salah satu upaya meningkatkan produktivitas ternak ruminansia.

Kevin merupakan mahasiswa Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Melalui program kerja individu yang diusung selama pelaksanaan KKN, ia mengangkat tema "Peningkatan Produktivitas Ternak Ruminansia melalui Teknologi Inseminasi Buatan Terpadu".

Program tersebut dilatarbelakangi oleh potensi peternakan domba di Desa Kenteng yang cukup besar. Meski demikian, sebagian peternak masih mengandalkan perkawinan alami sehingga peluang untuk meningkatkan mutu genetik ternak belum dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, teknologi inseminasi buatan telah banyak digunakan sebagai salah satu metode untuk menghasilkan keturunan ternak yang lebih unggul, meningkatkan efisiensi reproduksi, serta mendukung produktivitas usaha peternakan.

Sosialisasi dilaksanakan bersama kelompok tani "Ngurih Makmur" Dusun Ampel Gading, Desa Kenteng dan diikuti oleh masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, Kevin menyampaikan materi mengenai pengertian inseminasi buatan, manfaat penerapannya, tahapan pelaksanaan, hingga faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan proses inseminasi.

Penyampaian materi dilakukan menggunakan media poster edukatif agar lebih mudah dipahami oleh peserta. Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai kondisi peternakan yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

Menariknya, peserta yang hadir tidak seluruhnya merupakan peternak aktif. Karena itu, materi juga dikaitkan dengan keterkaitan antara sektor pertanian dan peternakan. Kevin menjelaskan bahwa limbah pertanian dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sedangkan limbah peternakan dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan lahan.

Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan mengenai waktu yang tepat untuk melakukan inseminasi buatan, tanda-tanda ternak mengalami birahi, hingga manfaat penggunaan pejantan unggul terhadap kualitas keturunan.

Menurut Kevin, peningkatan produktivitas ternak tidak hanya bergantung pada pemberian pakan dan manajemen pemeliharaan, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas genetik. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi reproduksi menjadi salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan peternak dalam mengembangkan usahanya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T 90 Universitas Diponegoro berharap masyarakat Desa Kenteng memperoleh wawasan baru mengenai teknologi inseminasi buatan serta semakin terbuka terhadap penerapan inovasi di bidang peternakan. Peningkatan literasi tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan peternakan yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan di tingkat desa.