Diplomasi Jepang pada Piala Dunia 2022

Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Udayana.
Tulisan dari Kevin Jerrycho tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jepang merupakan salah satu negara yang berada di kawasan Asia Timur dan salah satu negara di Asia yang memiliki tim nasional sepak bola yang cukup kuat. Jepang sudah menjadi langganan peserta piala dunia, apalagi setelah menjadi tuan rumah bersama Korea Selatan pada edisi piala dunia tahun 2002.
Sepak bola di Jepang memang sudah sangat berkembang semenjak 25 tahun belakangan, sudah banyak sekali pemain bintang yang dihasilkan oleh Jepang dan bermain di liga Eropa. Timnas Jepang juga merupakan salah satu wakil dari benua Asia yang selalu lolos ke ajang kompetisi piala dunia sejak edisi piala dunia 1998 (Goal.com).
Walaupun Jepang tidak pernah menyentuh partai final pada kejuaraan piala dunia, namun Jepang juga merupakan salah satu tim yang sering lolos ke babak 16 besar. Jepang juga menjadi Timnas yang cukup dipandang oleh negara lain karena beberapa kali berhasil mengalahkan tim yang cukup kuat seperti Jerman dan Spanyol pada piala dunia 2022 kemarin.
Uniknya pada edisi piala dunia 2022 kemarin, Jepang berada di Grup E yang dikatakan sebagai grup neraka karena berada di satu grup dengan Timnas Spanyol dan Jerman yang merupakan tim yang sudah pernah menjuarai piala dunia. Namun pada akhirnya Jepang yang keluar menjadi juara grup setelah berhasil menang atas Spanyol dan Jerman dan hanya kalah satu kali melawan Costa Rica.
Perjalanan Timnas Jepang pada akhirnya terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari Timnas Kroasia yang lolos dari babak adu pinalti melawan Jepang.
Namun hal yang unik dari Timnas Jepang di setiap edisi piala dunia adalah kebiasaan Timnas Jepang dan para supporternya yang selalu membersihkan stadion dan ruang ganti pasca pertandingan usai. Para fans negara Jepang ini di setiap pertandingan timnasnya selalu melakukan aksi pembersihan sampah.
Selain itu para pemain dan official Timnas Jepang juga melakukan hal yang sama di ruang ganti. Bahkan mereka meninggalkan sebuah kertas origami yang sudah dibentuk sebagai rasa terima kasih.
Diplomasi Jepang
Perilaku para pemain Timnas Jepang dan para supporternya yang melakukan aksi bersih-bersih setiap bertanding kemudian selalu banyak disorot oleh media internasional. Media seperti ESPN misalnya yang mengatakan bahwa Timnas Jepang "a lesson in manners" kemudian The Daily Mail yang mengatakan suporter Jepang "an example".
Tanpa disadari hal tersebut menjadi sebuah praktik soft diplomacy yang dilakukan oleh Jepang kepada dunia Internasional. Jepang berhasil meningkatkan citra negaranya melalui ajang piala dunia dengan melakukan aksi bersih-bersih.
Pada dunia hubungan internasional sendiri, diplomasi memang adalah praktik yang sangat lazim dilakukan oleh setiap negara untuk mempengaruhi opini publik pada suatu negara. Nye memberikan pengertian pada soft power yang adalah kemampuan untuk mengubah persepsi pihak lain terhadap suatu aktor.
Keberhasilan Jepang membuat banyak orang dan media kagum akan kebiasaan Jepang tersebut menjadi indikator bahwa praktik diplomasinya berhasil dilakukan oleh Jepang.
Soft Power yang Ditunjukkan Jepang
Berikut adalah beberapa soft power yang ditunjukkan Jepang pada piala dunia 2022 melalui Timnas sepak bola Jepang berdasarkan artikel jurnal penelitian milik Robingqun Suyud & Lutfan Muntaqo.
Sikap Disiplin, Jepang yang bukan merupakan tim unggulan pada grup E yang juga berisi Timnas Jerman & Spanyol. Pada akhirnya Jepang dapat keluar menjadi juara grup setelah mengalahkan 2 tim unggulan tersebut. Budaya disiplin Jepang diterapkan pada strategi Timnas Jepang yang berhasil mengalahkan Jerman dan Spanyol.
Mental Tangguh, banyaknya bintang dunia yang bermain di Timnas Jerman dan Spanyol tidak membuat mental dari Timnas Jepang goyah. Hal tersebut dibuktikan dengan berhasil mengalahkan kedua tim raksasa tersebut.
Kerjasama Tim yang Solid, pemain dari Timnas Jepang tidak semuanya memiliki skill individu yang bagus seperti Timnas Jepang dan Spanyol yang memiliki skill individu yang merata. Namun berkat kerjasama tim yang dimiliki Jepang dapat menghasilkan kemenangan bagi Timnas Jepang.
Kebiasaan Ucapan Terima Kasih dan Minta Maaf, Timnas Jepang selalu mengucapkan terima kasih pasca pertandingan kepada supporternya yang sudah mendukung dan kepada penyelenggara acara yang sudah menyiapkan acara. Hal tersebut adalah budaya yang selalu ditunjukkan Jepang dengan menundukkan badan untuk mengucapkan rasa terima kasih. Saat Jepang kalah dari Kroasia pun mereka meminta maaf dengan kembali menundukkan badan kepada para supporternya sebagai rasa kekecewaan atas kekalahan mereka.
Hal-hal tersebut adalah beberapa poin diplomasi atau soft power yang ditunjukkan Jepang pada edisi piala dunia 2022 di Qatar kemarin.
