Jadi Wantimpres, Agum Gumelar: Bantu Presiden Ambil Langkah Lebih Terarah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Agum Gumelar tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Agum Gumelar tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Agum Gumelar sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10).

Usai dilantik, Agum mengatakan dirinya yakin bahwa Wantimpres dapat membantu Presiden dalam memberikan masukan dan pertimbangan agar langkah pemerintahan lebih terarah dan terukur.

“Ya, saya rasa ini satu apa ya, satu langkah yang kalau saya anggap sih sangat bagus untuk bisa memperbaiki atau memberikan masukan kepada pertimbangan presiden lah ya, agar supaya presiden dalam mengambil langkah-langkahnya itu lebih terarah, lebih terukur lah,” kata Agum kepada wartawan usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10).

Sejumlah anggota Dewan Pertimbangan Presiden mengikuti pelantikan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/1/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Agum berharap Wantimpres dapat menjalankan perannya dengan baik dalam membantu Presiden memberikan pertimbangan sebelum mengambil kebijakan.

“Jadi mudah-mudahan Wantimpres ini bisa memerankan diri untuk bisa membantu presiden dalam memberikan pertimbangan,” lanjutnya.

Agum mengatakan Wantimpres tidak hanya akan memberi masukan soal satu bidang. Menurut dia, berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara akan dibahas juga bersama Presiden.

“Dalam semua masalah yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara ini. Ya, dalam masalah politik, masalah ekonomi, masalah budaya, masalah ideologi, masalah mungkin kehidupan masyarakat, masalah olahraga, ya semua masalah lah yang bisa dijadikan mungkin bahan pertimbangan presiden dalam mengambil kebijakan-kebijakan di bidangnya nanti,” pungkasnya.