Abu Vulkanik G. Anak Krakatau Mengandung Silika Seperti Serpihan Kaca yang Tajam

Para ahli kesehatan dan kebencanaan mengingatkan masyarakat waspada dengan bahaya abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu, 5 Septmber 2026, yang hari ini telah menyebar ke sebagian wilayah Jawa Barat, Banten, hingga Jabodetabek.
Dicky Budiman, Peneliti Keamanan Kesehatan Griffith University, Australia, sekaligus Dosen Manajemen Bencana di Sekolah Pascasarjana Universitas YARSI, Jakarta, menjelaskan bahwa abu vulkanik berbeda dengan debu biasa. Debu vulkanik mengandung silika, yang seperti serpihan kaca. Ia memiliki sifat tajam, dan dapat merusak bagian tubuh manusia ataupun barang.
Jadi, jika seseorang terpapar abu vulkanik pada bagian mata, mulut, atau hidung, yang harus dilakukan adalah membersihkannya dengan air. "Jangan sekali-kali menggosok, atau mengibas-ngibas pakaian," jelas Dicky.
Bila abu vulkanik menempel di bodi mobil, pemilik kendaraan sebaiknya juga membilas abu tersebut dengan air. Bodi mobil sebaiknya tidak dilap karena abu vulkanik yang tajam itu bisa bikin lecet.
Abu vulkanik ini sangat berbeda jauh dengan debu biasa, karena ia mengandung silika, yang seperti serpihan kaca, yang tajam dan bisa merusak, khususnya pada organ yang terkena, antara lain mata, hidung, mulut, maupun kulit.
- Dicky Budiman, Dosen Manajemen Bencana Universitas YARSI, Jakarta -
Hal serupa juga disampaikan oleh Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Dr. Daryono. Dia bilang abu vulkanik berbeda dari debu biasa yang lunak dan mudah disaring oleh tubuh. Bahaya abu vulkanik terletak pada kombinasi bentuk fisik partikelnya yang tajam dan kandungan kimia yang bersifat korosif.
Partikel abu vulkanik merupakan pecahan kaca silika dan batuan berukuran sangat kecil, kurang dari 2 milimeter. Ukuran yang halus ini membuat abu mampu menembus sistem penyaringan alami di hidung manusia dan langsung masuk ke saluran pernapasan bagian dalam hingga ke alveolus atau kantong udara di paru-paru.
Secara kimiawi, kata Daryono, partikel abu vulkanik diselimuti senyawa asam seperti asam sulfat dan asam klorida, serta mengandung berbagai logam berat dan mineral. Ketika terhirup atau menempel pada jaringan tubuh yang basah, seperti mata dan saluran pernapasan, kandungan asam tersebut bereaksi secara agresif. Reaksi ini tidak hanya memicu peradangan pada saluran pernapasan, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi parah, rasa terbakar pada mata, serta gangguan pada kulit.
Dalam jangka pendek, paparan abu vulkanik dapat langsung memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk kering, sesak napas, terutama pada penderita asma, serta iritasi mata. Sementara dalam jangka panjang, endapan silika bebas yang tertimbun di paru-paru berisiko membentuk jaringan parut permanen atau silikosis, yang dapat menurunkan fungsi paru-paru secara drastis.
Dalam jangka pendek, paparan abu ini langsung memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk kering, sesak napas, terutama bagi penderita asma, serta iritasi mata.
- Dr. Daryono, Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) -
Untuk meminimalkan risiko tersebut, para ahli menyarankan masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan saat terjadi sebaran abu vulkanik.
Berikut rekomendasi yang perlu dilakukan masyarakat untuk meminimalkan risiko bahaya abu vulkanik Gunung Anak Krakatau:
Menutup jendela dan pintu rumah untuk meminimalkan abu vulkanik masuk ke dalam rumah.
Jika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan memakai masker dengan tingkat filtrasi tinggi, seperti tipe N95 atau KN95. Masker kain biasa tidak mampu menahan partikel abu vulkanik yang berukuran mikroskopis.
Gunakan kacamata pelindung agar mata tidak iritasi. Kalau mata teriritasi, segera bilas dengan air bersih, dan jangan dikucek.
Sebaiknya mengenakan pakaian yang tertutup bila harus beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan pada kulit. Jangan mengibas pakaian, dan sebaikanya pakaian yang dikenakan itu dibilas terlebih dahulu dengan air.
Tutup rapat makanan dan sumber air agar tidak tercemar kandungan silika dan asam dari abu vulkanik
Bila ada gangguan kesehatan seperti sesak napas, nyeri dada, atau sakit mata, segera konsultasikan dengan dokter di fasilitas kesehatan.
Ikut berita atau informasi dari sumber resmi yang mengutip para ahli atau lembaga pemerintah yang kompeten.
