Kumparan Logo

Abu Vulkanik G. Anak Krakatau Sampai Jabodetabek, Ahli: Warga Perlu Pakai Masker

kumparanSAINSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau terlihat dari Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026).  Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau terlihat dari Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026). Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9) telah memasuki sebagian wilayah Jakarta. Kondisi ini mulai dirasakan oleh sejumlah warga.

Daryono, Pakar Gempa dan Tsunami sekaligus Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) mengatakan ukuran partikel abu vulkanik yang terbang ke wilayah sekitar amat halus dan kecil, ukurannya kurang dari 2 mm. Oleh sebab itu ia mengimbau agar warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Ada empat hal utama yang perlu diterapkan masyarakat:

  1. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD): Gunakan masker (N95 atau masker medis) dan kacamata pelindung jika beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah ISPA dan iritasi mata akibat abu tajam.

  2. Lindungi Sumber Air & Makanan: Tutup rapat penampungan air bersih dan bahan makanan agar tidak tercemar kandungan silika dan asam dari abu vulkanik.

  3. Waspadai Informasi Hoaks: Tetap tenang dan hanya mempercayai pembaruan informasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat

  4. Patuhi Rekomendasi Mitigasi: Jangan mencoba mendekati area penyeberangan laut di sekitar kompleks Krakatau sesuai garis batas aman yang telah ditentukan.

Prawita dan Agung, warga yang berkunjung ke car free day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (6/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Sabtu (5/9) malam. Gunung api yang berada di perairan Selat Sunda itu melontarkan lava pijar dan masih berada pada status Level III atau Siaga.

BMKG telah merilis perkembangan terbaru terkait sebaran abu vulkanik yang dimuntahkan Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9). Berdasarkan citra satelit, sebaran abu sudah masuk sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, serta perairan sekitarnya.

BMKG membagi dua kategori sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdasarkan ketinggiannya. Kategori pertama ada pada ketinggian 20 ribu kaki yang bergerak ke arah timur laut dan selatan. "Mencakup sebagian DK Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, serta perairan sekitarnya," demikian keterangan tersebut.

Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar hingga ke salah satu perumahan di Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu (6/9/2026). Foto: Mirsan Simamora/kumparan

Kemudian, kategori kedua ada pada ketinggian 50 ribu kaki dengan sebaran abu ke arah barat daya dan barat laut. "Mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu-Lampung-Banten."

Kepala Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Siti Sumilah Rita Susilawati memastikan status aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

Hingga saat ini tidak terdapat potensi keruntuhan tubuh gunung dalam skala yang dapat memicu tsunami. "Berdasarkan hasil evaluasi hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pasca-erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami," ujar Rita.

PVMBG terus memantau perkembangan aktivitas serta perubahan morfologi Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat ratusan penerbangan dan puluhan ribu penumpang pesawat terdampak akibat penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (6/9) pagi. Bandara ditutup sementara selama 8 jam sejak 01.30 hingga 09.30 WIB imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.