Florida Gugat Netflix Gegara Diam-diam Kumpulkan Data Anak Buat Bisnis Iklan

Jaksa Agung Florida James Uthmeier melayangkan gugatan terhadap raksasa streaming Netflix pada Rabu (9/9). Netflix disebut menipu jutaan keluarga soal cara mereka mengumpulkan data, termasuk dari profil anak-anak, demi membangun bisnis periklanan yang sebelumnya mereka janjikan tidak akan pernah ada.
Gugatan setebal 66 halaman ini diajukan ke Seventh Judicial Circuit Court di St. Johns County, Florida. Dalam pernyataannya, Uthmeier menyebut Netflix melakukan praktik "bait-and-switch" alias tawar-menawar yang menyesatkan konsumen.
"Netflix mengatakan kepada keluarga Florida bahwa mereka bisa membayar biaya bulanan untuk lolos dari pengawasan Big Tech. Itu bohong," kata Uthmeier dalam keterangannya, dilansir NBC News, Jumat (11/9/2026).
"Netflix mengumpulkan data detail soal anak-anak dan keluarga, mendesain produknya agar anak-anak terus menonton, lalu mengomersialkan informasi itu untuk meluncurkan bisnis iklan yang mereka janjikan tidak akan pernah dibangun," lanjutnya.
Inti gugatan ini bermula dari klaim lama para petinggi Netflix bahwa perusahaan tidak pernah mengumpulkan data penggunanya. Uthmeier secara spesifik mengutip pernyataan mantan CEO sekaligus co-founder Netflix, Reed Hastings, kepada para pemegang saham pada 2020: "Kami tidak mengumpulkan apa pun."
Dalam wawancara dengan Vanity Fair, Hastings bahkan pernah menyebut Netflix sebagai "pulau data yang benar-benar terisolasi" — tidak membeli data, tidak menjual data.
Namun menurut gugatan Florida, klaim itu jauh dari kenyataan. Negara bagian tersebut menuding Netflix justru mengawasi kebiasaan menonton penggunanya untuk membangun infrastruktur periklanan digital baru yang akhirnya diluncurkan pada November 2022, bersamaan dengan peluncuran paket berlangganan berbasis iklan.
Setelah tier iklan itu aktif, gugatan menyebut Netflix membuka akses data warga Florida ke broker data komersial dan platform periklanan pihak ketiga — memungkinkan pengiklan menyasar pengguna berdasarkan tahap kehidupan, tingkat pendapatan, hingga struktur rumah tangga mereka, tanpa persetujuan eksplisit dari konsumen.
Yang membuat kasus ini menyentuh isu perlindungan anak adalah tuduhan bahwa profil anak-anak di Netflix, yang dipasarkan dengan label seperti "Great for Kids" untuk usia 12 tahun ke bawah, sebenarnya tetap dilacak menggunakan sistem yang sama dengan akun dewasa.
Gugatan menyebut Netflix memang benar tidak menampilkan iklan berbasis perilaku (behavioral ads) di profil anak. Tapi menurut Florida, itu hanya separuh kebenaran — sebab perusahaan tetap mengumpulkan dan menganalisis data perilaku menonton anak-anak lewat infrastruktur pelacakan yang sama, tanpa persetujuan yang disyaratkan hukum untuk data anak di bawah umur.
Netflix membantah seluruh tuduhan tersebut. Lewat juru bicaranya, perusahaan menyatakan pihaknya "mematuhi hukum privasi dan perlindungan data di mana pun beroperasi" dan memiliki "perlindungan khusus untuk anak-anak yang menonton konten di Netflix."
"Gugatan ini tidak berdasar dan kami berniat membelanya dengan sungguh-sungguh di pengadilan," tegas juru bicara Netflix dilansir The Guardian.
Perusahaan juga menyatakan bahwa praktik pengumpulan dan penggunaan data pribadi sudah diungkapkan secara transparan lewat Pernyataan Privasi dan Ketentuan Layanan mereka, termasuk hak pengguna untuk mengetahui dan meminta laporan soal bagaimana data mereka digunakan. Netflix menambahkan bahwa pengguna bisa mematikan iklan berbasis perilaku kapan saja.
Dasar Hukum dan Tuntutan Florida
Gugatan ini bersandar pada dua regulasi utama: Florida Deceptive and Unfair Trade Practices Act dan Florida Digital Bill of Rights, aturan privasi digital yang mulai berlaku Juli 2024 dan menyasar khusus perusahaan teknologi besar dengan pendapatan global di atas US$1 miliar per tahun.
Berdasarkan aturan tersebut, Florida bisa menuntut denda perdata hingga USD 50 ribu per pelanggaran — dan angka itu bisa dilipatgandakan tiga kali menjadi USD 150 ribu per pelanggaran jika kasusnya melibatkan anak di bawah 18 tahun.
Apa saja tuntutan Uthmeier kepada pengadilan?
Perintah permanen (injunction) untuk menghentikan praktik dark pattern dan pengumpulan data yang dituduh melanggar hukum
Penghapusan seluruh data yang dikumpulkan secara melawan hukum dari warga Florida
Denda perdata sesuai ketentuan Florida Digital Bill of Rights
Pembatasan penggunaan data historis pelanggan untuk kepentingan iklan ke depannya
Kasus Netflix di Florida ini juga bukan yang pertama. Pada Mei 2026, Jaksa Agung Texas Ken Paxton lebih dulu menggugat Netflix di Collin County dengan tuduhan serupa: menjalankan program pengawasan ilegal yang memanen dan mengomersialkan kebiasaan menonton pengguna, termasuk dari profil anak-anak.
Kedua gugatan negara bagian ini pada dasarnya menguji satu hal yang sama: apakah janji lama Netflix soal layanan streaming yang bebas iklan dan ramah privasi kini bertentangan dengan teknologi pelacakan iklan yang mereka jalankan sekarang.
Perlu dicatat, seluruh tuduhan dalam gugatan ini baru berupa dalil dari pihak jaksa dan belum terbukti di pengadilan.
