Kumparan Logo

Jepang Dilanda Gelombang Panas Ekstrem hingga 40°C, Warga Diminta Pakai AC

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga menggunakan payung berjalan di tengah gelombang panas yang melanda wilayah Tokyo, Jepang, Selasa (5/8/2025).   Foto: Issei Kato/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Warga menggunakan payung berjalan di tengah gelombang panas yang melanda wilayah Tokyo, Jepang, Selasa (5/8/2025). Foto: Issei Kato/REUTERS

Jepang dilanda gelombang panas ekstrem. Per Kamis (22/7), suhu di sejumlah wilayah bahkan ada yang mencapai 40°C. Otoritas di Jepang menetapkan ini sebagai hari yang sangat panas (kokushobi).

Suhu 40°C tercatat di beberapa wilayah seperti Kumagaya (bagian utara Tokyo), dan Nagoya yang terletak di Jepang bagian tengah. Pihak berwenang meminta warga untuk menggunakan pendingin ruangan secara maksimal.

Warga di sejumlah wilayah juga diminta untuk rutin minum air yang banyak supaya terhindar dari dehidrasi. Pihak berwenang juga mengimbau agar warga mengurangi kegiatan dalam waktu yang lama di luar ruangan menurut laporan Reuters.

Peringatan gelombang panas ini muncul di 17 dari 47 prefektur Jepang, terutama di Jepang bagian barat. Para ahli mengatakan risiko heat-stroke meningkat tepat setelah musim hujan selesai.

Seorang wanita menggunakan payung untuk berlindung dari terik matahari di pagi hari yang panas di Tokyo, Jepang, Selasa (14/7/2026). Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP

Kenaikan suhu di sejumlah wilayah di Jepang sudah terjadi sejak beberapa minggu lalu. Sebelum gelombang panas ekstrem minggu ini, sebanyak 4.580 orang dilarikan ke rumah sakit antara tanggal 6 dan 12 Juli.

Pada Selasa (14/7) lalu, Badan Meteorologi Jepang mengatakan suhu tertinggi di siang hari mencapai 38,4 derajat Celsius di Kota Shimanto di Prefektur Kochi dan 37,3 derajat di Kota Hita, Prefektur Oita.

Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana Jepang, mencatat setidaknya ada tujuh orang yang dinyatakan meninggal dunia selama gelombang panas melanda.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang memang mengalami musim panas yang parah dalam beberapa tahun terakhir. Di tahun 2025, negara itu mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah di angka 41,8°C. Lebih dari 100.000 orang dilarikan ke rumah sakit karena terkena heat-stroke.