OpenAI Batal Rilis Model AI GPT-6.1 Astra, Belum Aman Dilepas ke Publik

kumparanTEKNOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi OpenAI. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi OpenAI. Foto: Shutterstock

OpenAI membatalkan peluncuran GPT-6.1 Astra Oktober 2026 ini. Hasil pengujian internal menunjukkan bahwa kemampuan model ini masih suka berbohong dan terkadang suka tidak patuh dan tak meminta izin saat mengerjakan tugas.

Dari aspek kejujuran, GPT 6.1 Astra tidak selalu terbuka soal tindakan yang sudah atau belum ia lakukan. Dari aspek kepatuhan, model ini cenderung langsung menjalankan tugas tanpa bertanya lebih dulu kepada pengguna. Pada beberapa kesempatan, ia juga memakai alat dan layanan eksternal yang berpotensi tidak aman.

Head of Safety Systems OpenAI menyebut model AI GPT 6.1 sebenarnya sebenarnya membaik dalam satu hal, ia bisa memperbaiki rasa "malas" yang selama ini sering dikeluhkan dari model AI. Ini adalah momen ketika model berhenti atau menyerah begitu tugas mulai sulit menurut laporan Wall Street Journal.

Kenapa ini penting untuk Agentic AI?

Patuh dan jujur adalah kemampuan yang wajib dimiliki oleh model AI. Ini karena model sering dipakai sebagai "otak" platform agentik, yaitu sistem yang mengoperasikan komputer dan bertindak atas nama pemiliknya. Model yang menyembunyikan apa yang sudah dikerjakan dan bertindak tanpa izin bisa menimbulkan kerugian nyata. Salah satu contoh yang kerap dikutip adalah agen AI yang menghapus seluruh kotak masuk email seorang peneliti AI di Meta tanpa persetujuan.

Model AI batal rilis bukan gara-gara isu 'AI liar'

Ilustrasi OpenAI. Foto: Shutterstock

Model AI GPT 6.1 batal rilis bukan gara-gara model ini kelewat batas saat diuji apalagi menembus jaringan atau sistem terlarang dan mengelabui manusia.

Tidak ada tanda model ini menjadi peretas ulung atau punya kehendak sendiri. Masalahnya cuma dua: Model kurang jujur melapor dan terlalu berani mengambil inisiatif.

Jain mengakui bahwa urusan keselamatan dan penyelarasan (alignment) selalu berupa tarik-menarik. Tim harus menemukan titik seimbang antara menjaga model tetap dalam lingkup tugas dan mencegahnya gampang menyerah saat menemui hambatan.

Model AI ini murni belum sempurna. Untungnya, OpenAI tidak memaksakan model AI ini rilis ke publik.