Kumparan Logo

Samsung Paling Tahan Digempur Krisis Chip Diprediksi Rajai Pasar Smartphone 2026

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Samsung. Foto: Jung Yeon-je/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Samsung. Foto: Jung Yeon-je/AFP

Firma riset pasar global, Counterpoint Research, memprediksi Samsung Electronics Co. bakal merajai pasar smartphone 2026 meski digempur krisis dan tren kenaikan harga chip. Samsung diprediksi bakal bertahan karena memiliki rantai pasok yang terintegrasi, serta jaringan distribusi yang matang.

Produsen seperti Apple dan Samsung, diperkirakan akan tahan terhadap tekanan harga akibat melambungnya harga komponen. Produsen lain seperti Huawei Technologies Co. asal China diprediksi bakal mempertahankan pertumbuhan pasar smartphone-nya.

“Kembalinya Samsung ke posisi teratas dipengaruhi oleh kemampuan (mereka menyediakan) komponen internalnya (sendiri), portofolio yang luas, dan hubungan yang mapan dengan operator dan pengecer,” kata Yang Wang, analis utama Counterpoint dilansir Bloomberg.

Krisis chip akibat AI. Foto: Shutterstock AI/Shutterstock

“Produsen ponsel pintar terkemuka China diperkirakan akan mengalami tekanan pengiriman yang jauh lebih besar. Konsolidasi industri yang semakin cepat terus menjadi skenario dasar Counterpoint selama siklus penurunan ini.”

Counterpoint memprediksi pada tahun 2026 kondisi pasar pengiriman smartphone global menurun 14,3 persen. Pengiriman global merek smartphone asal China menurun hingga 34 persen, disebabkan dari lesunya permintaan dari segmen pasar yang sensitif terhadap harga.

Ilustrasi OnePlus. Foto: Robert Way/Shutterstock

Merek smartphone OnePlus dikabarkan menghentikan peluncuran produk terbaru di pasar Amerika Utara hingga Eropa. Brand HP China lain seperti Xiaomi, vivo, dan HONOR menata ulang portofolio mereka hingga fokus membuat dan menjual model HP segmen premium. Strategi ini dianggap mampu menutup ongkos produksi komponen HP yang kian meroket.

Perusahaan semikonduktor dunia kini lebih memprioritaskan kebutuhan data center berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sehingga pasokan untuk industri elektronik konsumen menjadi lebih terbatas. Akibatnya, harga komponen terus meningkat dan produsen smartphone terpaksa meneruskan kenaikan biaya tersebut kepada konsumen melalui penyesuaian harga perangkat.

Kenaikan harga paling terasa pada smartphone kelas entry-level hingga menengah, segmen yang selama ini menjadi penopang terbesar penjualan global. Counterpoint memperkirakan kondisi ini tak akan membaik dalam waktu dekat. Kelangkaan chip memori diprediksi masih berlanjut hingga 2027, sementara pengiriman smartphone global sepanjang 2026 diperkirakan turun sekitar 14 persen.