Konten dari Pengguna

Bahaya di Balik Sebuah Ponsel: Resensi Film Unlocked (2023)

Keysha Cinta Bunga Lestari

Keysha Cinta Bunga Lestari

S1 Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Keysha Cinta Bunga Lestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kita sering menganggap kehilangan ponsel sebagai masalah sederhana. Mungkin yang paling kita pikirkan adalah harga perangkat yang hilang atau bagaimana cara mendapatkannya kembali. Namun, Unlocked menawarkan pandangan yang jauh lebih mengkhawatirkan: bagaimana jika seseorang yang menemukan ponsel kita justru mendapatkan akses ke seluruh kehidupan pribadi kita?

Film thriller misteri asal Korea Selatan yang disutradarai sekaligus ditulis oleh Kim Tae-Joon ini dirilis pada 2023 dan didistribusikan secara global melalui Netflix. Film ini dibintangi oleh Chun Woo-hee sebagai Lee Na-mi, Yim Si-wan sebagai Jun-yeong, dan Kim Hee-won sebagai Ji-man.

Poster Unlocked (2023). Sumber: Netflix.
zoom-in-whitePerbesar
Poster Unlocked (2023). Sumber: Netflix.

Cerita berpusat pada Lee Na-mi, seorang marketer di sebuah startup kecil yang juga sering membantu di kafe milik ayahnya. Suatu malam, ketika pulang setelah berpesta, Na-mi kehilangan ponselnya di dalam bus. Ponsel tersebut kemudian ditemukan oleh Jun-yeong, seseorang yang diam-diam memasang aplikasi mata-mata sebelum mengembalikannya melalui sebuah tempat servis ponsel.

Berbekal data pribadi yang terdapat di dalam ponsel Na-mi, Jun-yeong mulai mengetahui hampir seluruh kehidupannya. Mulai dari lokasi, kebiasaan sehari-hari, pekerjaan, hingga lingkaran pertemanannya di media sosial. Ia kemudian menggunakan informasi tersebut untuk mendekati Na-mi seolah-olah mereka memiliki banyak kesamaan. Tanpa menyadari bahwa dirinya sedang diawasi, Na-mi perlahan mulai membuka diri kepada Jun-yeong.

Di sisi lain, detektif Ji-man sedang menyelidiki sebuah kasus pembunuhan. Penyelidikannya kemudian membawanya pada sebuah fakta yang tidak terduga: jejak kasus tersebut mengarah kepada anaknya sendiri, Jun-yeong. Sementara itu, kehidupan Na-mi semakin kacau dan orang-orang di sekitarnya mulai berada dalam bahaya. Perlahan, ia menyadari bahwa sumber dari semua masalah yang terjadi sebenarnya berasal dari sesuatu yang selalu berada di dekatnya—ponselnya sendiri.

Bukan Sekadar Kehilangan Ponsel

Yang membuat Unlocked menarik adalah bagaimana film ini membangun ancaman dari sesuatu yang sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Film ini tidak membutuhkan teknologi yang terlalu rumit untuk membuat situasi terasa menakutkan. Hanya dengan kehilangan ponsel dan memberikan kata sandi kepada jasa servis, seseorang bisa mendapatkan akses terhadap begitu banyak informasi pribadi.

Dalam satu perangkat, tersimpan berbagai macam data, mulai dari percakapan pribadi, foto, aplikasi perbankan, media sosial, hingga riwayat lokasi. Jun-yeong hanya perlu membaca dan memantau isi ponsel Na-mi untuk mengetahui kebiasaan serta kehidupan sehari-harinya. Informasi tersebut kemudian ia gunakan untuk membangun kedekatan dengan Na-mi dan membuat dirinya terlihat seperti seseorang yang cocok untuk berada di dekatnya.

Hal tersebut terasa semakin relevan dengan kebiasaan masyarakat saat ini. Kita sering lalai dalam menjaga ponsel, mudah percaya kepada orang yang baru dikenal, atau bahkan memberikan kata sandi kepada orang lain tanpa benar-benar memikirkan risikonya. Unlocked menunjukkan versi ekstrem dari kebiasaan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa kedekatan yang terasa instan melalui percakapan daring belum tentu benar-benar aman ketika kita tidak mengetahui siapa orang yang berada di balik layar.

Apakah Data Kalian Benar-Benar Aman?

Dari segi akting, Chun Woo-hee cukup berhasil membawa perubahan emosi Na-mi dari seseorang yang awalnya terlihat biasa saja menjadi semakin panik dan tertekan. Perubahan tersebut terasa cukup natural seiring dengan semakin banyaknya masalah yang ia hadapi.

Yim Si-wan juga cukup meyakinkan dalam memerankan Jun-yeong sebagai seseorang yang terlihat ramah di permukaan, tetapi perlahan menunjukkan sisi lain yang mengganggu. Meski demikian, di beberapa bagian ekspresinya terasa agak berlebihan sehingga karakter tersebut terkadang kehilangan kesan naturalnya.

Alurnya sendiri terasa cukup segar karena mengambil sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Namun, ketika karakter detektif Ji-man mulai lebih banyak dikenalkan, tempo film terasa sedikit melambat. Potensi dari alur penyelidikan tersebut juga menurut saya masih bisa dieksplorasi lebih dalam. Meskipun begitu, ketegangan yang dibangun pada bagian tengah hingga menjelang akhir tetap berhasil membuat penonton merasa was-was terhadap apa yang akan terjadi pada Na-mi.

Dari sisi visual, penggunaan warna dan pencahayaan yang cenderung dingin pada adegan-adegan tertentu turut mendukung suasana tegang. Ruang yang sempit, pencahayaan yang minim, serta permainan suara juga dimanfaatkan untuk menciptakan atmosfer yang membuat penonton merasa tidak nyaman.

Seberapa Aman Informasi yang Kita Simpan?

Setelah menonton film ini, saya jadi berpikir ulang mengenai betapa banyaknya informasi pribadi yang tersimpan di dalam ponsel saya sendiri. Ponsel yang sehari-hari kita gunakan untuk berkomunikasi, bekerja, bertransaksi, dan bersosialisasi ternyata juga menyimpan begitu banyak hal yang dapat disalahgunakan apabila jatuh ke tangan yang salah.

Pada akhirnya, Unlocked bukan hanya menawarkan cerita thriller mengenai seseorang yang kehilangan ponselnya. Film ini juga menjadi pengingat mengenai risiko kehilangan kendali atas informasi pribadi dan pentingnya menjaga privasi digital. Bagi penonton yang tertarik dengan isu teknologi, keamanan data, dan privasi digital, film ini dapat menjadi tontonan yang cukup menarik karena menghadirkan persoalan tersebut melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.