Konten dari Pengguna

Manifesto Gen Z: Berani Bersuara Melawan Ketidakadilan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Keysha Qurota Ayuni 087 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

gambar di ambil dari AI
zoom-in-whitePerbesar
gambar di ambil dari AI

“Kami bukan generasi yang hanya melihat, tetapi generasi yang berani mempertanyakan dan memperjuangkan perubahan.”

Generasi Z tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang membuat informasi dapat diakses dengan cepat. Melalui media sosial, kami dapat mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar maupun di berbagai belahan dunia. Mulai dari persoalan pendidikan, ketimpangan sosial, diskriminasi, hingga kebijakan yang memengaruhi kehidupan masyarakat. Berbagai informasi tersebut membuka mata kami bahwa masih banyak persoalan yang membutuhkan perhatian dan tindakan nyata.

Namun, mengetahui sebuah persoalan tidak selalu berarti mampu mengubah keadaan. Di tengah derasnya arus informasi, masih terdapat ketidakadilan yang dianggap biasa, suara masyarakat yang kurang didengar, serta kelompok tertentu yang kesulitan mendapatkan haknya. Situasi ini menjadi pengingat bahwa perubahan tidak cukup hanya dengan mengetahui masalah, tetapi juga membutuhkan keberanian untuk mempertanyakan dan memperbaiki keadaan.

Ketika ketidakadilan dianggap biasa

Salah satu tantangan dalam kehidupan sosial adalah ketika ketidakadilan mulai dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Perlakuan diskriminatif, penyalahgunaan kekuasaan, perundungan, dan kesenjangan kesempatan dapat terus terjadi apabila masyarakat memilih untuk mengabaikannya.

Bagi kami, keberanian bersuara bukan berarti harus selalu menentang atau menyalahkan pihak lain. Keberanian juga berarti berani bertanya, mencari kebenaran, menyampaikan pendapat berdasarkan fakta, serta mengakui kesalahan ketika diperlukan. Kritik seharusnya menjadi sarana untuk memperbaiki keadaan, bukan sekadar cara untuk menjatuhkan seseorang.

Media sosial sebagai ruang perlawanan dan kepedulian

Bagi Gen Z, media sosial bukan hanya tempat mencari hiburan atau membagikan kehidupan sehari-hari. Media sosial juga dapat menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi, membangun kesadaran, dan menggerakkan kepedulian terhadap persoalan sosial.

Sebuah informasi yang dibagikan dapat membantu masyarakat memahami persoalan yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian. Kampanye digital, petisi, diskusi publik, dan gerakan solidaritas menjadi beberapa cara yang dapat digunakan anak muda untuk menyuarakan kepedulian mereka.

Meski demikian, kebebasan berekspresi harus disertai tanggung jawab. Informasi perlu diperiksa sebelum disebarkan, pendapat harus disampaikan tanpa merendahkan orang lain, dan perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk melakukan perundungan.

Pentingnya peran generasi muda juga tercermin dalam pembangunan kepemudaan di Indonesia. Kementerian Pemuda dan Olahraga menggunakan Indeks Pembangunan Pemuda untuk melihat perkembangan pemuda, termasuk dalam aspek partisipasi dan kepemimpinan serta gender dan diskriminasi. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan anak muda merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

Perubahan dimulai dari tindakan kecil

Melawan ketidakadilan tidak selalu harus dimulai melalui aksi besar. Perubahan juga dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti menolak perundungan di sekolah atau kampus, menghargai pendapat teman, tidak melakukan diskriminasi, dan berani melaporkan tindakan yang merugikan orang lain melalui jalur yang tepat.

Kami percaya bahwa sikap sehari-hari memiliki peran penting dalam membentuk lingkungan yang lebih adil. Tidak ada gunanya menyuarakan kesetaraan di ruang publik apabila kita masih merendahkan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Generasi Z juga perlu membangun solidaritas tanpa kehilangan sikap kritis. Mendukung seseorang bukan berarti membenarkan seluruh tindakannya. Sebaliknya, kepedulian yang sesungguhnya berarti berani mengingatkan ketika ada sesuatu yang tidak benar dan memberikan ruang bagi penyelesaian yang adil.

Perubahan membutuhkan keterlibatan masyarakat, lembaga yang bertanggung jawab, serta sistem yang memberikan perlindungan dan akses keadilan bagi semua orang. Prinsip ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 16, yang menekankan pentingnya masyarakat damai, keadilan, serta lembaga yang kuat dan akuntabel.

Manifesto ini bukan sekadar pernyataan bahwa kami menolak ketidakadilan. Ini adalah komitmen untuk terus belajar, berani bersuara, bertanggung jawab atas tindakan, dan ikut menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Kami adalah Generasi Z. Kami tidak ingin hanya menjadi penonton ketika ketidakadilan terjadi. Kami ingin menjadi bagian dari perubahan, dengan suara yang berani, pikiran yang kritis, dan tindakan yang nyata. Sebab, masa depan yang lebih adil tidak akan terwujud jika semua orang memilih untuk diam

Referensi

1. Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Indikator Kesejahteraan Rakyat 2023. Membahas kondisi kesejahteraan masyarakat Indonesia, termasuk pendidikan, ketenagakerjaan, kemiskinan, dan aspek sosial lainnya.