News
·
30 Mei 2021 15:19
·
waktu baca 3 menit

Mampukah Erzaldi Kembali 'Menjinakkan' COVID-19 di Babel dengan Kepemimpinannya?

Konten ini diproduksi oleh Keysha Raafasya Fonna
Mampukah Erzaldi Kembali 'Menjinakkan' COVID-19 di Babel dengan Kepemimpinannya? (846479)
searchPerbesar
Ilustrasi Kepemimpinan. Foto: Pixabay
Pandemi Covid-19 yang ditetapkan sebagai bencana global dan nasional sejak tahun lalu terbukti telah membawa dampak besar-besaran di seluruh penjuru Indonesia, tidak terkecuali di Bangka Belitung. Mengetahui hal tersebut, Gubernur Babel, Erzaldi Rosman gerak cepat dalam melakukan berbagai kegiatan penanganan, sebut saja penyemprotan disinfektan yang dilakukan di hampir semua tempat umum di Provinsi Babel.
ADVERTISEMENT
Erzaldi juga bahkan memerintahkan para pemerintah kota dan kabupaten untuk memperketat jalur masuk serta menyiapkan ruang isolasi bahkan sejak nol kasus Covid-19.
Tidak berhenti di situ, Gubernur Erzaldi dan jajaran Pemerintah Provinsi serta Kabupaten juga dinilai giat dalam mensosialisasikan informasi terkait Covid-19 serta mengedukasi masyarakat terkait pencegahan Covid-19 melalui komunikasi dua arah.
Tidak ingin merasa tertinggal dalam teknologi, Gubernur Erzaldi juga mendorong pemanfaatan berbagai inovasi digital yang dapat membantu masyarakat di tengah pandemi, salah satunya adalah pemanfaatan digital marketing oleh sektor yang sangat terdampak, yaitu UMKM. Guna mendorong pemanfaatan digital yang lebih masif lagi, Gubernur Erzaldi juga turut mengapresiasi aplikasi yang dibuat oleh putra daerah Babel yang dinilai mampu mempermudah kerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam melacak kasus Covid-19.
ADVERTISEMENT
Nah, dari berbagai contoh aksi tersebut, Gubernur Erzaldi dapat kita sebut sebagai pemimpin dengan gaya kepemimpinan yang transformasional.

Apa itu Kepemimpinan Transformasional?

Menurut Mirkamali, et al (2014), gaya kepemimpinan yang transformasional adalah ketika pemimpin yang berusaha menciptakan ide dan perspektif baru untuk menciptakan hal-hal baru terkait pertumbuhan dan kesejahteraan organisasi. Pemimpin transformasional umumnya mampu menggerakkan anggota organisasi untuk membuat perubahan mendasar dalam organisasi untuk mencapai puncak kinerja yang ideal (Mirkamali et al., 2014).
Bentuk dari "ide dan perspektif baru" tersebut ditunjukan Erzaldi dari keterbukaannya atas penciptaan dan penggunaan aplikasi-aplikasi digital yang telah disebutkan.
Lalu dalam "menggerakkan anggota organisasi untuk membuat perubahan" diwujudkan Erzaldi dengan melakukan sosialisasi dan melibatkan masyarakat langsung dalam pelaksanaan berbagai aktivitas pencegahan Covid-19, seperti disinfeksi yang dilakukan di Babel. Gubernur Erzaldi juga telah menjadi contoh bagi masyarakat dengan keputusannya untuk menjadi orang pertama di Babel yang menerima vaksin Covid-19.
ADVERTISEMENT
Kepemimpinan transformasional Erzaldi ternyata terbukti membuahkan hasil. Pada Juli 2020, Presiden Joko Widodo menobatkan Babel sebagai provinsi dengan penanganan Covid-19 terbaik kedua karena Babel secara keseluruhan dinyatakan sebagai zona hijau dengan tingkat kesembuhan yang sangat tinggi, yaitu 83 persen.
Babel juga berhasil meraih penghargaan dari Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB) pada Maret 2021 sebagai Provinsi yang memiliki sinergitas dan kinerja yang baik dalam penanganan bencana pandemi Covid-19.
Namun sayangnya, Erzaldi dan masyarakatnya baru-baru ini kembali diuji dengan terjadinya lonjakan angka kasus yang sangat drastis, khususnya di ibukota Pangkalpinang.

Mungkinkah Erzaldi Kembali Membalikkan Keadaan?

Tentu saja mungkin, kuncinya ya kepemimpinan.
Kalau seandainya Gubernur Erzaldi mampu mengembangkan kepemimpinan transformasionalnya dengan menciptakan lebih banyak inovasi kebijakan dan menggerakkan bawahannya serta masyarakat untuk bersama-sama melawan Covid-19, bukan tidak mungkin kalau Babel ke depannya mampu menjadi salah satu daerah pertama yang benar-benar bebas Covid-19.
ADVERTISEMENT