Water Purifier: Mengubah Air Keran Menjadi Air Minum?

Pelajar SMA Citra Berkat, Tangerang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kezia Agustien tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam era modern ini, akses terhadap air bersih semakin sulit untuk didapatkan. Namun, dengan adanya kemajuan teknologi dapat mengubah air keran yang banyak mengandung kotoran, bakteri, dan zat kimia menjadi air bersih siap minum. Menggunakan alat canggih yang disebut water purifier atau pemurni air. Water purifier adalah alat yang berfungsi untuk menyaring dan memurnikan air dari berbagai kontaminan dan zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan manusia. Sehingga menghasilkan air yang murni, bersih dan aman untuk dikonsumsi.
Bagaimana cara kerja water purifier?
Untuk mendapatkan air yang bersih water purifier melewatkan banyak proses penyaringan seperti:
Filtrasi
Air melewati filter yang memiliki ukuran pori dan bahan yang berbeda, seperti pasir, kerikil, dan arang. Filter ini akan menghilangkan partikel dan kuman terlarut, seperti debu, bahan kimia, parasit, bakteri, dan virus.
Ultrafiltrasi
Air melewati membran filter dengan pori-pori yang sangat kecil, sehingga hanya air dan molekul kecil lainnya yang dapat melewati.
Reverse Osmosis (RO)
Air baku yang masuk ke dalam mesin RO mengalami proses ultrafiltrasi sebelum melalui tahap pengolahan lebih lanjut. Mesin RO menggunakan dua metode penyaringan untuk memisahkan molekul air dari zat-zat terlarut dan zat kontaminan tergantung di mana pemasangannya.
Sinar UV
Filter air melepas foton yang diserap oleh DNA mikroorganisme, sehingga proses replikasi terhambat dan metabolisme sel mikroorganisme terganggu.
Ozone generator
Oksigen yang masuk ke generator akan mengalami proses pemecahan menjadi O3 atau trioxygen menggunakan listrik bertegangan tinggi. Hasil pemecahan itulah yang akan mengalir ke luar mesin dan dapat dimanfaatkan untuk sterilisasi atau penjernihan air.
Apakah air yang sudah dijernihkan aman untuk dikonsumsi?
Berbagai merk water purifier sudah banyak diperjual belikan di Indonesia. Alat yang memiliki sinar UV sudah pasti aman untuk dikonsumsi karena sinar UV ini dapat membunuh bakteri, parasit, dan kuman yang ada di air tersebut. Selain itu perawatan dari alat ini juga harus rutin di cek, mencegah terjadinya penumpukan kotoran dari sisa air di filter.
pH air yang aman untuk digunakan sehari-hari adalah sekitar 6,5–9,5 pH. Air minum yang ideal memiliki pH 7. Sehingga diperlukan pengecekan pH air yang sudah dijernihkan agar dapat aman bagi para penggunanya. Beberapa masalah yang sering muncul adalah tidak menyadari bahwa pH dari airnya terlalu asam dan menyebabkan rasa sakit pada perut. Untuk meningkatkan pH air, dapat menggunakan filter air penambah pH atau PH booster.
