Di Balik Rutinitas Sekolah: Proses yang Membentuk Karakter

Siswa SMK Katolik St. Familia Tomohon Jurusan Manajemen Perkantoran
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kezia Sumolang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Rutinitas sekolah sering kali dipandang sebagai sesuatu yang biasa dan cenderung monoton. Datang pagi, mengikuti pelajaran, mengerjakan tugas, lalu pulang. Bagi sebagian orang, kegiatan ini terasa hanya sebagai kewajiban yang harus dijalani setiap hari. Namun, tanpa disadari, justru dari rutinitas inilah proses pembentukan karakter perlahan terjadi.
Dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, banyak kebiasaan sederhana yang sebenarnya memiliki makna besar. Misalnya, datang tepat waktu setiap pagi melatih kedisiplinan, mengerjakan tugas mengajarkan tanggung jawab, dan bekerja sama dalam kelompok kecil melatih kemampuan berkomunikasi. Hal-hal yang terlihat sepele ini ternyata menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan seseorang.
Menurut John Dewey (1916), pendidikan bukan hanya tentang menerima pengetahuan, tetapi juga tentang proses pembentukan kebiasaan dan pengalaman yang membentuk karakter seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa rutinitas yang dijalani setiap hari di sekolah bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan bagian dari proses pembentukan diri.
Di lingkungan sekolah, tuntutan yang ada sering kali terasa cukup besar. Jadwal pelajaran yang padat, tugas yang terus berdatangan, serta aturan yang harus dipatuhi membuat proses ini tidak selalu terasa mudah. Bahkan, ada kalanya siswa merasa lelah atau jenuh dalam menjalaninya.
Namun, justru dari situ muncul pembelajaran yang tidak tertulis di dalam buku. Ketika seseorang tetap berusaha menyelesaikan tugas meskipun lelah, atau tetap datang tepat waktu meskipun merasa malas, di situlah karakter mulai terbentuk. Proses ini mungkin tidak terlihat secara langsung, tetapi dampaknya akan terasa dalam jangka panjang.
Menurut saya, rutinitas di sekolah bukan sekadar aktivitas yang harus dijalani, tetapi merupakan latihan kecil yang dilakukan setiap hari untuk membentuk kebiasaan yang lebih baik. Dari kebiasaan inilah muncul sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan.
Melalui semua proses tersebut, sekolah tidak hanya dipahami sebagai tempat untuk mengejar nilai atau hasil akhir, tetapi juga sebagai ruang yang membentuk siapa kita ke depannya. Rutinitas yang terlihat sederhana ternyata memiliki peran besar dalam membentuk karakter, dan dari situlah seseorang belajar bahwa setiap proses, sekecil apa pun, tetap memiliki arti.
