Bila Kita Ingin Maju dan Bersatu, Jangan Khianati Konstitusi

Wakil Ketua Umum MUI, Ketua PP Muhammadiyah
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari KH Anwar Abbas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bangsa Indonesia telah mengalami pahit getirnya dijajah oleh Belanda dan Jepang. Oleh karena itu, Bangsa Indonesia tidak mau ada satu suku bangsa pun di dunia ini yang mengalami hal yang sama. Dalam pandangan Bangsa Indonesia yang namanya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa.
Oleh karena itu dalam mukadimah UUD 1945, para pendiri bangsa ini telah menjelaskan dengan tegas bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan nilai-nilai peri kemanusiaan dan peri keadilan.
Itulah sebabnya, mengapa sampai hari ini Republik Indonesia tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel--karena negara tersebut telah menjajah dan tidak mau memberikan kemerdekaan kepada rakyat dan Bangsa Palestina.
Bahkan Israel tidak hanya sekadar ingin menjajah, tapi juga telah melakukan tindakan yang terbilang sangat biadab dengan melakukan genosida atau membunuh sudah lebih dari 36.050 orang dan melukai setidaknya 81.026 orang di Gaza sejak Oktober tahun lalu.
Keadaan semakin mengenaskan karena kebanyakan dari mereka yang tewas dan terluka adalah perempuan dan anak-anak. Oleh karena itu jika ada anak-anak bangsa ini yang bermesraan dengan Israel, padahal negara zionis tersebut telah berbuat zalim dan aniaya terhadap rakyat Palestina--maka hal demikian merupakan pertanda bahwa mereka sudah tidak punya hati nurani dan tidak punya rasa peri keadilan serta peri kemanusiaan.
Mungkin saja mereka beralasan bahwa mereka melakukan hal tersebut adalah karena mereka ingin mengubah sikap Israel, rasa-rasanya hal itu bagaikan mimpi di siang bolong. Sebab, sekarang ini sudah lebih dari 146 negara yang mendukung kemerdekaan Palestina termasuk beberapa negara dari eropa barat yang selama ini merupakan sekutu Israel seperti Spanyol, Inggris dan Prancis.
Bukan hanya itu, negara lainnya juga sudah meminta Israel untuk mengakui kemerdekaan Palestina. Namun, Israel tetap bersikukuh dan tidak mau memberikannya. Ini pertanda bahwa Israel memang punya niat jahat untuk terus menduduki dan menjajah Palestina, bahkan kalau bisa mereka akan mendirikan sebuah negara baru yang disebut dengan Israel raya.
Jadi, kita memang sangat menyesalkan ada oknum-oknum dari anak-anak bangsa ini yang berbuat di luar batas dengan menentang dan melecehkan konstitusi. Padahal mukadimah dari UUD 1945 itu merupakan jati diri kita sebagai bangsa.
Bila jati diri kita sebagai bangsa sudah terkoyak, maka untuk menjahit dan menyatukannya kembali jelas tidak mudah. Untuk itu, kita berharap agar semua pihak menghormati dan menjunjung tinggi konstitusi--supaya kita sebagai bangsa tetap bersatu dan negara yang sama-sama kita cintai ini bisa maju.
