Konten dari Pengguna

Pemangkasan Subsidi BBM dan LPG 3 Kg

KH Anwar Abbas

KH Anwar Abbasverified-green

Wakil Ketua Umum MUI, Ketua PP Muhammadiyah

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KH Anwar Abbas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Petugas mengisi BBM jenis Pertamax ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Ternate, Maluku Utara, Senin (30/3/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengisi BBM jenis Pertamax ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Ternate, Maluku Utara, Senin (30/3/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO

Jika subsidi BBM dan LPG 3 kg dipangkas maka itu berarti jumlah pengeluaran masyarakat lapis bawah untuk kepentingan membeli BBM dan LPG 3 kg akan meningkat sehingga jumlah uang yang mereka miliki untuk membeli kebutuhan-kebutuhan mereka yang lain akan berkurang.

Jika itu yang terjadi maka tentu kesejahteraan mereka akan berkurang dibandingkan masa sebelum subsidi dipangkas. Oleh karena itu yang menjadi pertanyaan bagi saya mengapa ketika daya beli masyarakat sedang menurun lalu mengapa pemerintah memangkas subsidi untuk BBM dan LPG 3 kg.

Mengapa hal itu tidak ditunda dulu sampai daya beli masyarakat lapis bawah meningkat. Pertanyaan saya yang kedua untuk apa urgensinya subsidi itu dipangkas ? Apakah untuk menutup kekurangan dana MBG ?

Kalau untuk itu pertanyaan saya mengapa yang dilakukan tidak rasionalisasi program MBG saja Menurut saya yang penting untuk diberi MBG itu adalah anak-anak dari keluarga fakir miskin. Kalau sekarang saya lihat MBG itu juga diberikan kepada anak-anak orang kaya. Jadi program MBG itu menurut saya tidak efektif dan tidak efisien.

Dan yang tidak kalah pentingnya untuk kita ketahui adalah dampak dari menurunnya daya beli masyarakat lapis bawah tersebut tentu akan memukul usaha-usaha lain yang terkait dengan barang-barang kebutuhan masyarakat lapis bawah tersebut. Kasihan sekali kita dengan mereka-mereka yang hidupnya miskin. Tugas negara kata konstitusi adalah untuk melindungi rakyat dan mensejahterakan mereka tapi kata-kata itu bagi mereka yang fakir dan miskin tampaknya hanya merupakan slogan yang tidak memiliki arti dan makna karena tidak berdampak terhadap kehidupan mereka. Kasihan.