Konten dari Pengguna

Selamat untuk KH Miftachul Akhyar Menjadi Rais' Aam PBNU

KH Anwar Abbas

KH Anwar Abbasverified-green

Wakil Ketua Umum MUI, Ketua PP Muhammadiyah

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KH Anwar Abbas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar berpidato pada acara Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8/2026). Foto: Youtube/NU Online
zoom-in-whitePerbesar
Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar berpidato pada acara Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8/2026). Foto: Youtube/NU Online

Dalam Muktamar NU ke 35 yang baru saja usai yang berlangsung dari tanggal 27-31 Agustus 2026 KH. Miftachul Akhyar telah terpilih kembali untuk kedua kalinya menjadi Rais 'Aam PBNU periode 2026-2031. Ini artinya sosok dakwah yang akan lebih ditampilkan lagi ke depan oleh sang kiai seperti yang sudah beliau lakukan sebelum-sebelumnya tentu saja sosok dakwah yang sejuk dan sangat jauh dari kekerasan dan cercaan.

Hal itu terlihat jelas dalam berbagai pidato dan ceramah yang beliau sampaikan di mana KH. Miftachul Akhyar sering sekali mengingatkan kita agar dalam berdakwah jangan menempuh cara-cara yang tidak baik tapi harus lebih sejuk, dialogis dan persuasif. Kita dalam berdakwah itu sifatnya kata Miftachul Akhyar adalah mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul, menyayangi bukan menyaingi, mendidik bukan membidik, membina bukan menghina, mencari solusi bukan mencari simpati, membela bukan mencela.

Di samping hal-hal yang terkait dengan bidang dakwah KH. Miftachul Akhyar juga sangat memperhatikan masalah ekonomi umat dan bangsa. Beliau sangat konsen dengan keadaan ekonomi umat yang secara makro tampak masih lemah. Untuk itu KH. Miftachul Akhyar sering sekali mengingatkan umat akan pentingnya melakukan penguatan dalam bidang ekonomi karena menurut sang kiai jika umat tidak bisa memperkuat dirinya dalam bidang ekonomi dan bisnis maka kita umat islam kata beliau akan terpuruk sehingga kita tidak akan bisa menghambat dan mencegah terjadinya kemunduran umat.

Bahkan kata beliau bila kita tidak bisa memperkuat diri dalam bidang ekonomi maka seperti yang disampaikannya dalam Khutbah Iftitah Pembukaan Muktamar ke-35 NU pada Agustus 2026, hal demikian akan bisa menyebabkan tidak bisanya kita menegakkan amar ma'ruf nahi munkar dengan baik. Oleh karena itu dan bagi terciptanya keadilan ekonomi di negeri ini Miftachul Akhyar meminta pemerintah untuk menegakkan kedaulatan ekonomi dan menjadikan ekonomi kerakyatan sebagai landasan dari pelaksanaan pembangunan ekonomi nasional agar umat dan bangsa bisa terbebas dari kemiskinan dan kebodohan.

Untuk itu KH. Miftachul Akhyar meminta pemerintah agar konsisten dan konsekwen dalam melaksanakan amanat dari Pasal 33 UUD 1945 yang menekankan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan kekayaan alam harus dikuasai oleh negara untuk terciptanya sebesar-besar kemakmuran rakyat karena dengan itulah menurut Sang Kiai pengelolaan sumber daya alam nasional akan dapat didistribusikan secara baik dan benar untuk kemaslahatan rakyat luas serta untuk menghindari terjadinya ketimpangan sosial ekonomi yang tajam akibat dari penerapan sistem ekonomi yang terlalu liberal. Selamat Kiai Miftachul Akhyar semoga NU lebih maju dan lebih berjaya lagi ke depan. Amin.