Tolak Kehadiran Andrea Bocelli

Wakil Ketua Umum MUI, Ketua PP Muhammadiyah
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari KH Anwar Abbas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sangat diharapkan pemerintah agar tetap konsistendengan konstitusi. Sebab kalau konstitusi sudah diabaikan, maka kemungkinan terjadinya perpecahan di kalangan rakyat tentu akan terbuka.
Oleh karena itu, pemerintah jangan membiarkan adanya upaya dari siapa pun di negeri ini--apalagi dari unsur pemerintah sendiri untuk mengabaikan apa yang telah diamanatkan oleh konstitusi.
Kita tahu dalam alinea pertama mukaddimah UUD 1945, sudah jelas dikatakan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Israel telah menjajah dan menduduki wilayah Palestina serta melakukan pelanggaran kemanusiaan dan genosida. Pemerintah jangan mentolerir ada pihak-pihak tertentu di negeri ini, mau dengan alasan seni ataupun ekonomi sehingga mengabaikan jati diri sebagai bangsa yang anti terhadap penjajahan dan segala hal yang bertentangan dengan nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan.
Atas dasar itulah, keberatan dengan inisiatif dari pihak-pihak tertentu di negeri ini yang berencana mengundang Andrea Bocelli, penyanyi asal Italia yang sudah diketahui oleh dunia bahwa dia adalah seorang tokoh dan penyanyi yang dikenal sangat mendukung israel.
Contohnya, tahun 2010 dia disinyalir ikut tampil di Los Angeles dalam kegiatan penggalangan dana untuk kelompok pendukung militer israel ( IDF). Tahun 2022 dia tampil dalam sebuah Konser di Stadion Bloomfield, Tel Aviv, yang dihadiri sekitar 20.000 penonton termasuk PM Israel sendiri Benjamin Netanyahu.
Tahun 2008 dia juga hadir dalam sebuah konser di Tel Aviv dalam rangka ulang tahun ke-10 Shimon Peres Center for Peace, dan menyanyikan "A Ray of Hope" dengan penyanyi Israel. Tahun 2023 dia pernah mengirim surat dukungan untuk pembebasan sandera Israel, tapi dia tidak pernah berkomentar sedikitpun soal buruknya dampak dari agresi Israel di Gaza.
Pada bulan November 2025, dia bersama istrinya menyambut eks sandera Hamas, Segev Kalvon, di rumahnya di Miami. Jadi dari semua rekam jejak yang dimilikinya, terlihat dengan jelas bahwa Andrea Bocelli adalah seorang pendukung berat Israel yang sangat berpengaruh, lalu mengapa orang seperti itu diberi panggung di negeri ini? Bukankah itu merupakan bagian dari upaya terselubung dari normalisasi hubungan antara Indonesia dan Israel lewat panggung ekonomi dan budaya?
Untuk itu bagi terjaganya persatuan dan kesatuan serta bagi terciptanya kebaikan bagi bangsa dan negara ke depan, kita meminta pemerintah: prtama, agar melarang konser Andrea Bocelli dalam wilayah negara Republik Indonesia, karena hal tersebut selain jelas akan menyakiti hati sebagian besar rakyat di negeri ini--juga bisa merusak citra Presiden Prabowo sebagai tokoh dan kepala negara yang mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Kedua, pemerintah jangan membiarkan pertimbangan-pertimbangan ekonomi dan bisnis, serta seni lalu merusak dan memperlemah prinsip-prinsip yang sudah digariskan oleh konstitusi karena dampaknya sangat buruk bagi masa depan bangsa dan negara ini.
