Kenapa belum nikah?

Tulisan dari khadmita wahyu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa orang menganggap menikah itu hal yang wajib untuk melanjutkan hidup ke jenjang yang lebih serius atau melanjutkan darah keturunan. Di dalam keluarga pada masa usia menginjak 20 tahun tidak jarang beberapa pertanyaan tentang calon bahkan rencana tentang pernikahan. menikah bukan hal yang mudah. belum lagi mencari pasangan yang cocok, merasakan gagal dalam hubungan juga tidak mudah untuk kembali mengulang dan mencari kembali dengan orang yang baru. Faktor lain selain belum menikah dari pernyatan-pernyataan orang selama ini seperti, merasa belum mapan, mengejar karir dan titel, atau ada juga yang belum mendapatkan restu dari orang tua.
Jika Anda sudah menemukan jawaban bahwa memang Anda sudah memiliki kriteria dan sudah merasa ingin menikah, maka berkenalan lewat media social, aplikasi perjodohan atau berkenalan di lingkungan sekitarmu. Melakukan pendekatan bukan berarti seseorang jadi terkesan 'murahan', 'ngejar-ngejar', atau merasa sudah disindir keluarga dan teman-teman, lantas kamu mengambil tindakan cepat untuk menikah dengan dia yang tidak jelas asal dan usulnya. Pendekatan berarti Anda terbuka untuk mencari tahu lebih jauh tentang orang yang berinteraksi dengan Anda. Saat ini, laki-laki juga kritis untuk mencari pasangan, lho. Mereka menginginkan hubungan yang bersifat timbal balik. Tidak hanya selalu pria yang diandalkan atau diharapkan untuk memulai segala sesuatu. Banyak hubungan yang berhasil untuk bertahan karena didasari atas adanya keingintahuan terhadap lawan bicaranya dan adanya keterbukaan.
Jika kata pendekatan terlalu 'menyeramkan', bisa diganti dengan memulai percakapan. Kalau ini masih sulit juga untuk dilakukan, barangkali ada hal lain yang lebih dalam yang terjadi di dalam diri Anda sehingga tanpa disadari Anda memang membatasi interaksi Anda dengan lawan jenis. Jika ini yang terjadi, konsultasi dengan psikolog klinis dewasa mungkin bisa menjadi salah satu alternatif.
Pada akhirnya menikah bukanlah pertandingan yang membuat orang harus berkompetisi demi mencapai garis akhir. Setiap manusia telah memiliki takdirnya tersendiri. Untuk itu selagi menanti kamu dan dia sama-sama dipertemukan, pantaskan dirimu sebaik-baiknya.
