Uber kepincut Gojek

Tulisan dari khadmita wahyu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gifari, adalah salah satu Driver Uber yang ingin mendaftarkan dirinya ke Grab setelah ia menerima pesan dari Uber bahwa seluruh Driver Uber harus mendaftarkan dirinya kembali untuk bergabung bersama Grab. Hal ini karena aplikasi Uber diakusisi oleh Grab dan mayoritas Ojek Uber kaget dan ramai dibicarakan.
Menurutnya, Grab mempunyai persyaratan yang lebih rumit dibandingkan Uber ketika itu. Grab mewajibkan uji berkendara dengan memiliki tiga kali kesempatan, kalau gagal harus kembali untuk mengikuti tes.
Dalam hal ini, Gojek akhir-akhir ini mengajak seluruh Ojek Uber untuk mendaftar di Gojek dengan fasilitas VIP. Keuntungan Ojek Uber apabila mendaftar ke Gojek akan mendapatkan proses yang cepat, adil dalam order merata ke semua kitra, transparan dan potongan ringan. Gojek juga membuka lowongan bagi penyandang disabilitas, yaitu Go Auto, Go Massage dan Go Clean. Dengan berbagai banyak penawaran banyak Driver Uber yang beralih ke Gojek.
Yoga misalnya, ia sudah 2 tahun menjadi Ojek Grab, ia mengikuti isu yang sedang hangat dan mendapatkan saran dari temannya yang berprofesi sebagai Gojek, ia berfikir untuk mengikuti pendaftaran Gojek dan beralih menjadi Gojek.
“saya dikasih tahu temen saya, kalau di Gojek lebih enak dan untungnya lebih gede, karena saya diceritain dan diliatin keuntungan di aplikasinya, saya jadi mau daftar Gojek aja”, kata Yoga saat ditemui di salah satu Basecamp Grab di Jakarta Timur.
Pada Senin (26/3), Grab akhirnya mengeluarkan penyataan resmi bahwa mengakuisisi Bisnis Uber di Asia Tenggara, dimana pada 8 April 2018, seluruh aplikasi Ojek Uber maupun Customer Uber tidak lagi dapat menggunakan aplikasi Uber.
