Konten dari Pengguna

Pemalsuan Obat Herbal Kanker Berkedok Graviola dan Bahaya yang Mengintai Pasien

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Khaila Maisha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bayangkan seorang pasien kanker yang baru saja divonis dokter memutuskan berhenti kemoterapi dan beralih ke kapsul sirsak hutan yang katanya 10.000 kali lebih ampuh. Ia membeli suplemen itu dari toko online, percaya pada konten viral yang sudah dibagikan jutaan kali. Yang tidak ia tahu adalah bahwa produk yang ia konsumsi bisa jadi tidak mengandung apa yang tertulis di labelnya, dan klaim di baliknya sudah lama dinyatakan ilegal oleh badan pengawas obat dunia. Inilah wajah nyata pemalsuan obat herbal kanker yang berkedok nama graviola.

Pemalsuan Obat Herbal Kanker yang Sudah Ditindak FDA

Ilustrasi pemalsuan obat herbal kanker graviola sirsak suplemen palsu FDA.Photo by GPT AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemalsuan obat herbal kanker graviola sirsak suplemen palsu FDA.Photo by GPT AI

Graviola atau sirsak hutan memang mengandung senyawa aktif bernama annonaceous acetogenins yang menunjukkan efek membunuh sel kanker di laboratorium. Tapi jarak antara hasil laboratorium dan klaim penyembuhan pada manusia sangat jauh, dan celah itulah yang dimanfaatkan para penjual suplemen tidak bertanggung jawab.

FDA pernah mengirimkan surat peringatan kepada Amazing Sour Sop Inc atas literatur promosi produk kapsul dan teh graviola mereka yang mengklaim bahan aktif daun graviola terbukti sebagai pembunuh kanker yang sangat poten dalam 20 uji laboratorium independen dan bahwa satu senyawa kimia dalam graviola ditemukan secara selektif membunuh sel kanker kolon dengan potensi 10.000 kali lebih kuat dari obat kemoterapi yang umum digunakan.

Klaim itu sudah ditindak secara hukum. Bukan karena graviola tidak punya potensi sama sekali, tapi karena klaim tersebut disajikan kepada konsumen seolah-olah sudah terbukti pada manusia padahal tidak.

FDA mengeluarkan surat peringatan kepada dua penjual suplemen graviola yang dipromosikan untuk mengobati kanker. Ini bukan peringatan ringan. Di Amerika Serikat, menjual suplemen dengan klaim pengobatan kanker yang tidak disetujui masuk kategori penipuan kesehatan yang bisa berujung tuntutan pidana.

Klaim Viral yang Sudah Terbantahkan

Klaim 10.000 kali lebih efektif dari kemoterapi sudah beredar luas di internet dan media sosial dalam berbagai bentuk selama bertahun-tahun, sering kali disertai narasi konspirasi bahwa industri farmasi menyembunyikan bukti tentang obat kanker alami yang kuat demi keuntungan finansial.

Snopes, salah satu platform pengecekan fakta paling kredibel di dunia, sudah membantah klaim ini berulang kali. Cancer Research UK menegaskan bahwa klaim graviola bisa mengobati kanker tidak didukung oleh penelitian dan studi yang ada sejauh ini hanyalah penelitian laboratorium, belum ada satu pun studi pada manusia.

Menurut Federal Trade Commission Amerika Serikat, ekstrak sirsak termasuk dalam produk yang tidak memiliki bukti ilmiah yang kredibel untuk kemampuannya mencegah, menyembuhkan, atau mengobati kanker jenis apapun.

Bahaya Berlapis dari Produk Palsu

Yang membuat situasi ini semakin berbahaya adalah adanya dua lapisan risiko sekaligus.

Pertama, produk yang beredar di pasar gelap sering tidak mengandung apa yang diklaim di label. FDA secara aktif memperingatkan konsumen untuk menghindari produk yang dipasarkan sebagai suplemen tapi mengklaim memiliki efek seperti obat resep. Banyak produk semacam ini mengandung bahan tersembunyi yang tidak tercantum di label.

Kedua, bahkan produk graviola yang asli pun menyimpan risiko yang jarang diceritakan. Beberapa bahan kimia dalam graviola menimbulkan kekhawatiran ilmuwan karena bisa menyebabkan perubahan saraf dan gangguan gerak dengan gejala mirip Parkinson. Penelitian laboratorium menemukan bahwa beberapa zat dalam graviola dapat merusak saraf dan bisa menembus otak dari aliran darah.

Pasien Kanker Adalah Kelompok Paling Rentan

Pasien rematik dan kanker adalah target utama disinformasi kesehatan. Graviola dipromosikan secara salah sebagai obat kanker meski tidak ada satu pun obat kanker yang ditemukan secara ilmiah. Seorang ahli farmasi klinis menegaskan bahwa meski graviola adalah suplemen herbal yang bermanfaat untuk pencernaan dan relaksasi, ia tidak boleh diiklankan sebagai obat penyembuh.

Di Indonesia, produk suplemen berbasis graviola beredar bebas di marketplace tanpa pengawasan ketat. Pasien kanker yang putus asa dan keluarganya adalah yang paling rentan terjebak klaim palsu ini, apalagi ketika produknya dikemas profesional dengan testimoni dan angka-angka yang terkesan ilmiah.