Konten dari Pengguna

Metode Pembelajaran Pendidikan Al-Qur'an Hadis di Pesantren

Khairunnisa
Mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Pontianak
26 Mei 2024 9:19 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Khairunnisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Al-Qur'an dalam penerapan metode Imla'. (sumber : https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Al-Qur'an dalam penerapan metode Imla'. (sumber : https://pixabay.com/id/)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Al-Qur’an Hadis adalah bagian dari mata pelajaran pendidikan agama islam yang diberikan untuk menambah wawasan, pemahaman, dan mengamalkan Al-Qur’an sehingga mampu membaca dengan fasih, menerjemahkan, menyimpulkan isi kandungan, menyalin dan menghafal ayat-ayat yang terpilih serta memahami dan mengamalkan hadis-hadis pilihan sebagai pendalaman dan perluasan kajian dari pelajaran Al-Qur’an Hadis dari Madrasah Ibtidaiyah dan sebagai bekal untuk mengikuti jenjang pendidikan berikutnya. (Rasikh, 2019: 15)
ADVERTISEMENT
Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. (Aditya, 2016: 167)
Suatu metode yang akan digunakan untuk mengajar haruslah benar-benar dikuasai oleh seorang guru. Dengan penggunaan metode yang tepat dalam proses pembelajaran maka keberhasilan pembelajaran itu akan bisa dicapai. Jadi, guru diharapkan mampu dalam menggunakan suatu metode dalam interaksi pembelajaran, karena dalam penggunaan metode tersebut akan mempunyai berbagai dampak yang positif dalam sistem pembelajaran.
Berbicara mengenai pesantren, pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam yang menampung sejumalah santri maupun santriwati dalam rangka mempelajari ilmu-ilmu agama di bawah bimbingan seorang kyai. (Herman, 2013: 148)
Pondok Pesantren Assalam Pontianak terletak di Jalan Husein Hamzah Pal 5, Kelurahan Pal Lima, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Pondok Pesantren Assalam Pontianak adalah lembaga pendidikan Islam swasta (non-pemerintah). Pondok Pesantren Assalam Pontianak berdiri pada tahun 1982 dengan sistem kurikulum yang terpadu, pendidikan berasrama serta pengajaran salafiyah. Sebagai jenis pesantren, santri Pondok Pesantren Assalam Pontianak mempunyai pikiran terbuka dan moderat, tanpa menghilangkan unsur peran Islam. Disiplin dan kesederhanaan, diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan Pondok Pesantren. Di Pondok Pesantren Assalam Pontianak, pengelolaan pendidikan dan pengajaran serta kegiatan santri sehari-hari dilaksanakan oleh para guru/ustadz dengan latar belakang pendidikan dari berbagai perguruan tinggi dan pesantren salafy, yang sebagian besar tinggal di asrama dan secara penuh mengawasi serta membimbing santri dalam proses kegiatan belajar mengajar dan kepengasuhan santri.
ADVERTISEMENT
Pada pembelajaran Al-Quran Hadis di pesantren, para santri biasanya diwajibkan untuk dapat menyimpulkan, menghafal dan menuliskan ayat atau hadis yang terdapat pada materi ajar. Ada berbagai metode pendidikan yang dapat digunakan oleh seorang guru dalam proses pembelajaran dan salah satunya adalah metode Imla’. Metode Imla’ ini biasanya disebut juga sebagai metode dikte atau metode menulis yang dimana ketika guru mengucapkan materi pelajaran dan siswa disuruh menulisnya di buku tulis.
Metode imla' atau yang biasanya lebih dikenal dengan sebutan metode dikte itu masih digunakan sampai sekarang. Dalam metode Imla’ bukan hanya mendiktekan syair, kalimat arab atau kata-kata mutiara saja, tapi di Pondok Pesantren Assalam Pontianak metode imla’ ini digunakan dalam pembelajaran Al-Quran hadis juga digunakan untuk mendikte ayat dan hadis yang ada dalam materi pembelajaran. Metode Imla’ ini selain dapat melatih penulisan juga dapat melatih daya ingat dan pendengaran santri itu sendiri. Sehingga membuat para santri sedikit lebih mudah untuk menghafal dan menuliskan ayat atau hadits yang terdapat pada bahan ajar. Penggunaan metode imla’ dalam pembelajaran secara tepat dan benar dapat melatih keterampilan santri untuk menangkap atau merekam apa yang disampaikan oleh guru dalam pembelajaran sehingga dapat ditulis dengan cepat dan tepat oleh santri. Yang artinya santri akan lebih mampu memahami materi-materi ajar yang diberikan guru, karena dengan metode ini akan dapat melatih daya tangkap santri terhadap apa yang dikatakan guru atau orang lain ketika proses pembelajaran.
ADVERTISEMENT
Metode ini biasanya dikenal dengan dikte merupakan bagian dari keterampilan menulis. Muatan yang berada di dalam Imla’ meliputi dua hal, yaitu menulis dan mengucapkan kata serta peletakkan tanda baca secara tepat. Mahmud Ali As-Saman bependapat bahwa Imla’ merupakan salah satu cabang ilmu bahasa arab, yang membahas tentang cara penulisan huruf hijaiyyah pada suatu kata sesuai dengan kaidah penulisan yang telah ditetapkan.
Dalam Pondok Pesantren Assalam Pontianak salah satu mata pelajaran yang menggunkan metode ini yaitu pelajaran Al-Qur’an hadis, yang mana santri dituntut dan diajarkan agar dapat menuliskan ayat-ayat surah maupun hadis dengan benar serta agar santri juga dapat menghafal ayat atau hadis yang ada di bahan ajar juga memahaminya.
Terdapat empat jenis metode imla’ yang biasanya digunakan di Pondok Pesantren Assalam Pontianak:
ADVERTISEMENT
1. Metode Imla’ Manqul.
Metode pembelajaran Qowaidl Imla’ ini mengajarkan imla’ dengan cara para santri melihat secara sepotong-sepotong apa yang tertulis di buku atau di atas papan tulis kemudian menutup buku tersebut atau menjauhkan papan tulis yang di sana terdapat bagian dari penglihatan mereka dengan waktu yang telah ditentukan oleh pengajar.
2. Metode Imla’ Istima’iy.
Metode imla’ ini merupakan lawan dari metode imla’ mandhur yaitu metode pembelajaran Qowaidl Imla’ di mana para santri menulis bagian dari apa yang didiktekan kepada mereka tanpa melihat. Imla’ ini tergantung pada pendengaran dan ejaan beberapa kata saja tanpa pembacaan santri lagi.
3. Metode Imla’ Mandhur.
Metode ini yaitu santri melihat tulisan dalam media tertentu, setelah itu dipindahkan kedalam buku tulis santri tanpa melihat tulisan itu lagi.
ADVERTISEMENT
4. Metode Imla’ Ikhtibary.
Metode ini merupakan tahapan akhir dalam Qowaidl Imla’, maksudnya adalah pendektean kepada para santri sepotong-sepotong tanpa membantu mereka dalam ejaan yang sulit dalam huruf hijaiyah dengan tujuan menguji kemampuan para siswa dan batas kemauan mereka dalam mengerjakan imla’.
Dalam metode imla’ ini mempunyai tujuan agar santri dapat menuliskan kata-kata dan kalimat dalam bahasa Arab dengan mahir dan benar dan juga agar santri tidak hanya terampil dalam membaca huruf-huruf dan kalimat-kalimat bahasa Arab, akan tetapi juga terampil pula dalam menuliskannya. Dengan demikian pengetahuan anak menjadi terpadu.
Dengan pengunaan metode imla’ dalam pembelajaran akan sangat berguna bagi santri Pondok Pesantren Assalam Pontianak untuk melatih bekerja sendiri, memahami sendiri, dan menyelidiki sendiri, dan memperoleh pengalaman tentang apa yang dipelajarinya, kemudian juga berguna untuk memperkuat daya ingatnya. Dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki, metode imla’ ini tepat sekali digunakan dalam proses pembelajaran karena santri akan dapat mengikuti pembelajaran dengan tertib, mendapatkan pelajaran yang baru dan melatih santri bekerja sendiri, memahami sendiri, kemudian menyelidiki sendiri materi pembelajaran yang telah diberikan dan disampaikan oleh guru.
ADVERTISEMENT
Khairunnisa, Mahasiswi IAIN Pontianak