Menelusuri Koleksi Museum Radya Pustaka, Warisan Budaya Jawa di Kota Solo

Khairunnisa Asyifa Harenda, lahir di salah satu kota di Jawa Tengah, saya merupakan mahasiswa semester 3 Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret, yang memiliki minat dan senang menulis sejak kecil.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Khairunnisa Asyifa Harenda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Solo, Jawa Tengah— Di tengah hiruk pikuk Kota Surakarta, berdiri sebuah bangunan tua yang menyimpan beragam jejak sejarah Jawa, yakni Museum Radya Pustaka. Museum tertua di Indonesia yang berdiri sejak 1890 ini bukan sekadar ruang penyimpanan benda lama, melainkan tempat di mana kisah kerajaan, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat Jawa terdokumentasi melalui berbagai koleksi. Memasuki museum ini, pengunjung diajak menelusuri lapisan-lapisan sejarah yang membentuk identitas Surakarta dan Jawa Tengah.
Koleksi Sejarah dari Berbagai Zaman
Museum Radya Pustaka menyimpan ribuan koleksi bersejarah dari beragam periode. Mulai dari arca batu, prasasti, keramik kuno, senjata tradisional, hingga benda peninggalan masa kolonial, semuanya disusun berdasarkan kategori dan ruang pamer agar mudah dipahami pengunjung. Melalui koleksi tersebut, museum tidak hanya menampilkan artefak, tetapi juga merekam cara hidup, kepercayaan, serta nilai sosial masyarakat Jawa di masa lalu.
Antusiasme pengunjung terlihat jelas. Salah satunya datang dari Uswa Khairunnisa (13), siswi SMP Negeri 21 Surakarta yang berkunjung bersama rombongan sekolahnya. “Karena sebelumnya aku udah suka sejarah, jadi waktu datang ke sini makin seneng karena banyak hal baru yang dipelajari,” ujarnya antusias. Ia juga mengaku tertarik dengan berbagai macam peninggalan bersejarah yang ditampilkan di dalam museum. “Koleksi-koleksinya juga banyak dan unik” pada Rabu (10/12).
Warisan Keraton Surakarta
Kekuatan utama Museum Radya Pustaka terletak pada koleksi yang berkaitan erat dengan Keraton Surakarta. Gamelan, pakaian adat, perlengkapan upacara, hingga miniatur bangunan khas keraton menjadi bukti peran keraton sebagai pusat kebudayaan dan kekuasaan pada masanya. Koleksi ini membantu pengunjung memahami struktur sosial dan estetika Jawa yang berkembang di lingkungan keraton.
Chantik Kyai Rajamala, Ikon Penuh Makna
Di antara sekian banyak koleksi, Chantik Kyai Rajamala menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Kepala raksasa bercat merah yang terbuat dari kayu ini diukir dengan detail kuat dan ditempatkan di ruang khusus museum. Rajamala merupakan pusaka Keraton Surakarta, hasil karya Sri Susuhunan Pakubuwana V, yang dahulu dipasang di ujung perahu kerajaan untuk perjalanan dari Surakarta menuju Gresik.
Kini, Rajamala dikenal sebagai ikon Kota Surakarta. Hal ini ditegaskan oleh Bangkit Supriyadi (37), staf teknis Museum Radya Pustaka. “Rajamala itu udah jadi ikon Surakarta. Kami pengen anak muda tahu sejarah di balik simbol itu,” ujarnya pada Rabu (10/12). Ia menambahkan, “Bangsa yang besar itu bangsa yang nggak akan lupa sejarahnya.”
Naskah Kuno dan Benda Berbahan Organik
Selain koleksi visual, museum juga menyimpan naskah-naskah kuno yang ditulis di atas kertas, kulit, dan daun lontar. Isinya mencakup ajaran filsafat, sastra Jawa, hingga catatan sejarah. Koleksi berbahan organik seperti kayu dirawat dengan metode khusus agar tidak rusak dimakan usia dan serangga.
Menurut Bangkit, perawatan koleksi menjadi tantangan tersendiri. “Bikin museum itu gampang, tapi ngerawatnya yang susah,” katanya sambil tersenyum. Ia menjelaskan bahwa perawatan dilakukan menggunakan bahan alami seperti air tembakau, cengkeh, dan pelepah pisang agar kayu tetap kuat dan bebas rayap.
Museum sebagai Ruang Belajar
Lebih dari sekadar tempat penyimpanan artefak, Museum Radya Pustaka berfungsi sebagai ruang belajar bagi masyarakat. Museum ini terbuka bagi pelajar, mahasiswa, hingga peneliti. Di tengah perkembangan zaman, pengelola museum juga mulai beradaptasi dengan teknologi melalui media sosial, sistem e-ticketing, dan pengembangan barcode informasi koleksi.
Menyimpan Masa Lalu untuk Generasi Mendatang
Museum Radya Pustaka menghadirkan gambaran utuh tentang perjalanan sejarah dan budaya Surakarta. Melalui koleksi yang beragam—mulai dari arca, gamelan, naskah kuno, hingga pusaka keraton—museum ini menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini. Mengunjungi Museum Radya Pustaka bukan hanya soal melihat benda bersejarah, tetapi juga memahami nilai, identitas, dan warisan budaya yang terus dijaga agar tetap hidup di tengah masyarakat modern.
