Peran Air dalam Ilmu Ekologi

Khansa Salma A
Khansa Salma Akifah, mahasiswi tingkat II program studi pendidikan biologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Konten dari Pengguna
22 Juni 2022 22:03 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Khansa Salma A tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gambar 1. Air. Sumber: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1. Air. Sumber: Pexels.com
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Suatu lingkungan tentunya tidak terlepas dari komponen-komponen yang berhubungan dengan kehidupan makhluk hidup, baik makhluk hidup yang habitatnya di daratan maupun di perairan. Komponen-komponen tersebut meliputi air, udara, tanah, dan cahaya matahari.
ADVERTISEMENT
Makhluk hidup memerlukan komponen tersebut untuk keberlangsungan hidupnya, seperti air dibutuhkan para makhluk hidup untuk memenuhi kebutuhan pangannya, udara dibutuhkan untuk kebutuhan respirasi atau bernapas, serta cahaya matahari dibutuhkan untuk menghangatkan dan membantu proses fotosintesis bagi tumbuhan.
Ekosistem merupakan suatu lingkup yang di dalamnya terdapat hubungan timbal-balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya yang disusun oleh komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik atau komponen hidup terdiri atas tumbuhan, hewan, manusia, dan organisme hidup lainnya, sementara komponen abiotik atau tak hidup merupakan komponen yang terdiri atas air, udara, tanah, cahaya matahari, suhu, dan sebagainya.
Ilmu yang mempelajari ekosistem disebut dengan ekologi. Berdasarkan sudut pandang ilmu ekologi, air merupakan salah satu komponen abiotik dengan sejuta manfaat bagi kehidupan berbagai organisme, baik hewan, tumbuhan, dan manusia. Air memiliki banyak peranan penting dalam berbagai jenis ekosistem, mulai dari ekosistem daratan maupun ekosistem perairan.
ADVERTISEMENT
Pada ekosistem perairan, air menjadi komponen utama yang menyusun ekosistem tersebut, sedangkan pada ekosistem daratan tanahlah yang menjadi komponen utamanya. Meskipun demikian, ekosistem daratan masih tetap memerlukan air sebagai komponen penunjang yang memiliki peran penting dalam kelangsungan ekosistem.
Persediaan air di Bumi sangatlah melimpah karena keberadaannya sangat mudah untuk ditemukan yang membuat air dibutuhkan dalam berbagai aspek, maka dari itu air seringkali disebut sebagai sumber kehidupan. Bumi memiliki daerah perairan yang lebih luas dibandingkan dengan luas daratan, yakni sekitar 72% permukaan bumi tertutup oleh air.
Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (US Geological Survey) menuturkan bahwa jumlah air di Bumi digambarkan sebagai model bola dengan kisaran volume 332.500.000 mil kubik atau setara dengan 1.386.000 kilometer kubik.
ADVERTISEMENT
Beberapa peranan penting air dalam perspektif ilmu ekologi, yaitu:
Bagi tumbuhan, air berperan pada proses fotosintesis. Proses fotosintesis adalah proses pembentukan makanan atau karbohidrat yang dilakukan oleh suatu tumbuhan, terutama tumbuhan berklorofil yang terjadi pada bagian daun.
Proses fotosintesis ditunjang oleh beberapa faktor, seperti karbon dioksida (CO2), unsur hara, air (H2O) dengan bantuan paparan sinar matahari. Jika komponen-komponen tersebut tidak tercukupi, maka proses fotosintesis akan terhambat ataupun kemungkinan buruknya tidak akan terjadi dan tumbuhan tersebut bisa mati.
Bagi hewan, air menjadi salah satu sumber kehidupan yang dijadikan sebagai sumber pangannya. Hewan menggunakan air untuk diminum, berendam, dan dijadikan sebagai habitatnya. Ketika pasokan air pada tubuhnya tidak tercukupi, maka hewan akan merasa haus dan mudah lelah. Bagi beberapa jenis hewan, air dijadikan sebagai habitatnya, sehingga ketika kekurangan air, memungkinkan hewan tersebut tidak dapat bertahan lama ataupun tidak berumur panjang.
ADVERTISEMENT
Bagi manusia, air juga memiliki peranan yang penting. Air tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangannya, melainkan juga menunjang banyak aspek dalam kehidupan manusia. Misalnya, air digunakan untuk mencuci pakaian, mencuci piring, membersihkan diri, bahkan air memiliki peranan penting dalam penyusunan tubuh manusia.
Komponen penyusun tubuh manusia sebagian besarnya terdiri atas air sekitar 60% - 70% dari berat tubuhnya, bahkan otak memiliki kandungan air yang lebih tinggi dibandingkan tubuh manusia, yaitu sebesar 80% otak manusia tersusun atas air. Jika kebutuhan air tidak tercukupi, maka akan memengaruhi kerja otak yang menyebabkan konsentrasi terganggu dan sulit fokus.
Ketiga komponen biotik di atas merupakan komponen penyusun jalannya suatu ekosistem, baik ekosistem daratan maupun ekosistem perairan. Dalam suatu ekosistem biasanya tumbuhan memiliki peranan yang lebih penting karena tumbuhan merupakan produsen utama yang kemudian dilanjutkan oleh hewan maupun manusia sebagai konsumen.
ADVERTISEMENT
Tumbuhan yang identitasnya sebagai produsen tetap membutuhkan air, sebagaimana yang sudah dipaparkan di atas bahwa air berperan penting untuk keberlangsungan proses fotosintesis. Selain hewan, tumbuhan, dan manusia, terdapat organisme lain yang berada pada suatu ekosistem dan memiliki peranan penting lainnya, seperti bakteri dan semacamnya yang berperan sebagai dekomposer tetap memerlukan air dalam keberlangsungan hidupnya.
Penulis: Khansa Salma Akifah, mahasiswi tingkat II program studi Tadris Biologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta