KKN FISIP UB Sosialisasikan Pendidikan Karakter di SMPK YBPK Sitiarjo

Mahasiswa Psikologi, Universitas Brawijaya
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari KHATERINA STEVANY ARIAN PUTRI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kabupaten Malang — Dalam semangat membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga unggul dalam karakter, Kelompok 37 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Bakti Desa Universitas Brawijaya sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk "Pendidikan Karakter" pada Rabu, 16 Juli 2025. Kegiatan ini ditujukan bagi siswa baru kelas 7 Sekolah Menengah Pertama Kristen Yayasan Badan Pendidikan Kristen (SMPK YBPK) Sitiarjo dan berlangsung di aula sekolah yang terletak di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 hingga 11.30 WIB ini merupakan bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang berfokus pada penguatan nilai karakter bagi siswa yang baru saja memasuki jenjang pendidikan menengah pertama.
Sesi dibuka dengan pemaparan interaktif seputar nilai-nilai karakter positif, seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, kedisiplinan, dan keberanian moral dalam mengambil keputusan. Penyampaian materi dikemas ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga mereka lebih mudah terhubung dengan isu-isu yang dibahas.
“Kami ingin adik-adik di sini tidak hanya memahami apa itu karakter, tapi juga benar-benar merasakannya sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari,” ujar Stevy mahasiswa Psikologi yang turut berperan sebagai fasilitator kegiatan
Setelah sesi pemaparan, kegiatan berlanjut dengan sesi “Role Play” yang menjadi titik interaktif paling dinanti. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil, masing-masing diminta untuk memerankan bentuk kenakalan remaja yang sering terjadi di lingkungan sekolah atau pertemanan, seperti bahaya narkoba, kekerasan seksual, anti judi online, dan bullying.
Namun tidak berhenti sampai di situ, tiap kelompok juga diminta untuk menunjukkan bagaimana mereka menyelesaikan masalah tersebut secara bijak, dengan menampilkan solusi yang mencerminkan nilai karakter yang baik, seperti saling memaafkan, berdialog, atau melibatkan guru/orangtua. Sorak sorai dan gelak tawa menghiasi suasana, namun tetap dalam koridor pembelajaran yang kuat. Dari situ, siswa belajar bahwa setiap kesalahan bisa diselesaikan dengan cara yang sehat dan membangun, bukan dengan kekerasan atau penghakiman.
Setelah tubuh bergerak dan pikiran diajak bermain peran, kini saatnya hati yang berbicara. Dalam sesi “Refleksi Diri”, setiap siswa diberi lembaran khusus untuk menuliskan:
Karakter baik apa yang ingin mereka pertahankan
Karakter buruk apa yang ingin mereka perbaiki
Sikap negatif apa yang ingin mereka hindari ke depan
Ruang aula yang sebelumnya riuh berubah menjadi tenang dan hening. Wajah-wajah siswa menunjukkan kesungguhan saat mulai merenung dan menulis. Ada yang mencurahkan keinginan untuk lebih percaya diri, lebih jujur pada diri sendiri, hingga berjanji untuk meninggalkan sikap egois atau pemarah. Sebagai puncak kegiatan, beberapa siswa kemudian dipilih secara acak untuk maju ke depan kelas. Di hadapan teman-teman, dan tim KKN, mereka membacakan isi refleksi secara langsung, sembari menyatakan komitmen pribadi yang ingin mereka bangun ke depannya.
“Aku ingin jadi anak yang lebih bertanggung jawab dan tidak suka menyalahkan orang lain,” ucap salah satu siswa dengan suara pelan namun mantap, disambut tepuk tangan teman-temannya.
Momen ini menjadi bagian paling menyentuh dari seluruh rangkaian kegiatan karena bukan hanya pengetahuan yang dibawa pulang, tapi juga kesadaran dan semangat untuk memperbaiki diri.
Sosialisasi “Pendidikan Karakter” yang digagas oleh Kelompok 37 KKN FISIP Universitas Brawijaya ini bukan hanya sekadar rangkaian kegiatan MPLS, melainkan sebuah gerakan kecil untuk menyalakan kesadaran dalam diri anak-anak bahwa karakter adalah bekal utama dalam hidup bahkan lebih penting daripada sekadar nilai di rapor.
