KKN-T 28 UNDIP Ajak Ibu PKK Peduli Lingkungan lewat Program Eco-home

Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Khayla Iris Ariefianti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten (13/01/2026) — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 28 Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan sosialisasi Eco-home sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sumber daya secara ramah lingkungan di tingkat rumah tangga. Kegiatan ini ditujukan kepada anggota PKK RT 01/RW 04 Desa Pugeran dan dikemas dalam bentuk pemaparan materi serta praktik sederhana yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Eco-home merupakan konsep rumah ramah lingkungan yang menekankan pada pengelolaan air, pemanfaatan limbah rumah tangga, efisiensi energi, serta penataan ruang yang sehat dan nyaman bagi penghuninya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T Tim 28 UNDIP berupaya mengenalkan prinsip eco-home sebagai langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Dalam pemaparannya, tim KKN-T dari Program Studi Teknik Kimia oleh Addila Arrofa'hiya Tri Atqiyani memberikan edukasi mengenai pengelolaan air bersih melalui sistem filtrasi air sederhana. Air dijelaskan sebagai kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari konsumsi hingga aktivitas rumah tangga. Namun, di Desa Pugeran masih ditemukan sumber air seperti air sumur atau tadah hujan yang terkadang berwarna keruh, berbau, dan meninggalkan endapan. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas air dan berpotensi berdampak pada kesehatan apabila digunakan tanpa pengolahan.
Sebagai solusi, mahasiswa memperkenalkan sistem filtrasi air sederhana yang dapat dibuat menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah, seperti botol bekas, kapas, kerikil, arang aktif, dan batu zeolit. Penyaringan berlapis ini berfungsi untuk mengurangi kotoran, bau, serta meningkatkan kejernihan air agar lebih layak digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kualitas air tidak selalu membutuhkan teknologi mahal, melainkan dapat dilakukan melalui langkah sederhana dan kepedulian terhadap lingkungan.
Selain pengelolaan air, sosialisasi eco-home juga membahas pemanfaatan limbah rumah tangga oleh Khayla Iris Ariefianti, khususnya minyak jelantah. Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan air serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila digunakan kembali untuk memasak. Oleh karena itu, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pengolahan minyak jelantah menjadi produk bernilai guna, salah satunya lilin aromaterapi.
Peserta dikenalkan pada tahapan dasar pengolahan minyak jelantah, mulai dari penyaringan minyak, pencampuran dengan bahan pengeras, hingga penambahan aroma alami. Selain mengurangi limbah, pemanfaatan ini juga menghasilkan produk yang dapat digunakan sebagai pengharum ruangan sekaligus media relaksasi.
Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi pemanfaatan bahan alami menjadi minyak atsiri sebagai bagian dari upaya pemanfaatan sumber daya lokal secara ramah lingkungan. Mahasiswa memperkenalkan proses pembuatan minyak atsiri menggunakan bahan seperti daun pandan, serai, dan kulit kayu manis dengan prinsip distilasi sederhana yang dapat diterapkan menggunakan peralatan rumah tangga. Edukasi ini bertujuan mendorong kreativitas dan kemandirian masyarakat dalam mengolah bahan alami menjadi produk bernilai guna.
Setelah pemaparan dari tim Teknik Kimia, tim KKN-T dari Program Studi Teknik Arsitektur, Asih Lestari menyampaikan materi mengenai penataan ruang rumah yang sehat dan nyaman. Pembahasan difokuskan pada pentingnya penyesuaian ukuran dan posisi ruang, furnitur, serta elemen bangunan sesuai dengan fungsi ruang dan aktivitas penghuninya. Materi yang disampaikan meliputi perancangan tangga yang aman, pengaturan bukaan jendela agar pencahayaan dan penghawaan alami optimal, serta penataan dapur yang ergonomis. Melalui materi ini, peserta diperkenalkan prinsip dasar perencanaan rumah tinggal yang mendukung kenyamanan, keamanan, dan efisiensi penggunaan ruang.
Sosialisasi berlangsung dengan lancar dan interaktif. Anggota PKK menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif menyimak materi, mengajukan pertanyaan hingga "Mbak tolong buatin penjelasannya kirim ke WA, saya mau coba." Ujar Ibu Tasmin , yang ingin menerapkan konsep eco-home di lingkungan rumah masing-masing. Kegiatan ini dinilai memberikan wawasan baru mengenai cara sederhana menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Melalui kegiatan sosialisasi eco-home ini, mahasiswa KKN-T Tim 28 Universitas Diponegoro berharap masyarakat Desa Pugeran dapat lebih peduli terhadap pengelolaan air, pemanfaatan limbah rumah tangga, serta penataan ruang yang sehat dan ramah lingkungan. Program ini menjadi salah satu wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan masyarakat pedesaan yang berkelanjutan.
