Konten dari Pengguna

Apa Itu Fraktur? Simak Penjelasan Berikut!

Kheysa Azka Thalia

Kheysa Azka Thalia

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kheysa Azka Thalia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap manusia pasti memiliki tulang untuk menopang tubuhnya. Kita mungkin saja mengalami patah tulang atau dalam istilah medisnya adalah fraktur (fracture). Fraktur ini bisa terjadi di kalangan usia manapun. Mari kita bahas mengenai fraktur, bagaimana cara penanganannya, serta cara pencegahannya.

Ilustrasi Penderita Patah Tulang (Sumber : Vika_Glitter dari Pixabay https://pixabay.com/id/photos/berteriak-terluka-trauma-fraktur-5239849/ )
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penderita Patah Tulang (Sumber : Vika_Glitter dari Pixabay https://pixabay.com/id/photos/berteriak-terluka-trauma-fraktur-5239849/ )

Fraktur adalah sebuah kondisi dimana tulang mengalami retak, pecah, ataupun patah sehingga mengubah posisi ataupun bentuk tulang itu sendiri dan dapat terjadi pada siapa saja. Umumnya penyebab terjadinya fraktur adalah terdapat tekanan berlebih pada tulang. Pada penderita osteoporosis (berkurangnya kepadatan tulang sehingga tulang menjadi rapuh/keropos) juga rentan terjadi fraktur.

Jenis - Jenis Fraktur

1. Fraktur Terbuka

Fracture terbuka adalah jenis fraktur di mana tulang mengalami patah dan pada ujung tulang mengalami robekan pada kulit sehingga menembus permukaan kulit dan tulang dapat terlihat dari luar kulit.

2. Fraktur Tertutup

Fracture tertutup adalah jenis fraktur di mana tulang mengalami patah namun pada ujung tulang yang patah tidak mengalami robekan pada kulit, sehingga patah terjadi di dalam kulit dan tidak dapat terlihat dari luar kulit.

3. Fraktur Transversal

Fraktur transversal adalah jenis fraktur di mana tulang mengalami patah secara melintang.

4. Fraktur Parsial

Fraktur parsial adalag jenis fraktur di mana tulang mengalami retak.

5. Fraktur Patologis

Fraktur patologis adalah jenis fraktur di mana tulang mengalami patah akibat dari kondisi yang menyebabkan tulang melemah dan menjadi lebih mudah patah.

6. Fraktur Kominutif

Fraktur kominutif adalah jenis fraktur di mana tulang terpecah menjadi beberapa bagian.

Cara Penanganan Fraktur

Pada penderita fraktur harus mendapatkan penanganan yang tepat. Tujuannya adalah untuk mengembalikan tulang pada kondisi semuala, meringankan rasa sakit, dan mencegah terjadinya komplikasi pada tulang. Cara penanganannya tergantung pada tingkat keparahan atau jenis fraktur dan lokasi fraktur tersebut.

1. Pemasangan Bidai

Bidai terbuat dari papan dan dapat diatur tingkat kekencangannya sesuai kondisi serta sirkulasi udara baik. Pemasangan bidai bertujuan agar tulang yang patah tidak bergeser selama proses penyembuhan.

2. Pemasangan Gips

Pemasangan gips biasanya digunakan pada tulang-tulang yang besar seperti tulang tangan dan kaki. Pemasangan gips biasanya sangat kencang sehingga sirkulasi udara kurang. Pemasangan gips bertujuan agar tulang yang patah tidak bergeser selama proses penyembuhan dan mempercepat proses penyembuhan karena berkurangnya pergerakan.

3. Penggunaan Traksi

Traksi merupakan prosedur yang menggunakan daya tarikan untuk menyelaraskan kembali tulang yang patah dan mengurangi nyeri. Traksi adalah alat yang menggunakan katrol, pemberat, senar, dan kerangka logam yang dipasangkan di tempat tidur pasien fracture. Traksi ini merupakan tindakan yang dilakukan sebelum melakukan operasi.

4. Pembedahan

Pembedahan atau tindakan operasi di sini merupakan tindakan yang dilakukan pada kondisi fraktur yang cukup parah. Tujuan pembedahan adalah untuk membersihkan tulang yang hancur dan mengembalikan posisi tulang yang patah ke tempat semula. Biasanya pada prosedur ini dipasangkan pen pada tulang.

5. Fisioterapi

Fisioterapi merupakan latihan untuk melemaskan otot dan mengembalikan fungsi tulang seperti semula.

Cara Pencegahan Fraktur

Tentunya kita semua tidak ingin mengalami fraktur. Oleh karena itu, marilah lakukan hal berikut ini untuk mencegah terjadinya fracture.

  1. Mengonsumsi makanan bergizi

  2. Mengonsumsi vitamin D dan Kalsium

  3. Berolahraga secara teratur

  4. Menghindari konsumsi alkohol

  5. Menggunakan alat pelindung diri saat berkendara ataupun berolahraga, seperti helm dan pelindung siku serta lutut

  6. Rutin melakukan pengecekan ke dokter bila mengalami osteoporosis