Konten dari Pengguna

Ekonomi Indonesia Tumbuh, tapi Kenapa Masyarakat Masih Merasa Berat?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Khinanty Cahyaningtyas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

kredit foto: shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
kredit foto: shutterstock

Perubahan ini sebenarnya cukup mudah dilihat dari kebiasaan masyarakat sehari-hari. Orang mulai lebih sering membandingkan harga, menunggu diskon, memilih produk yang lebih murah, atau mengurangi pengeluaran untuk hal-hal tertentu. Bukan berarti masyarakat tidak mau berbelanja. Mereka tetap konsumsi, tetapi lebih berhati-hati dalam menentukan uangnya akan digunakan untuk apa.

Kondisi tersebut juga tidak bisa dipisahkan dari perkembangan teknologi. Sekarang membeli barang jauh lebih mudah dibandingkan beberapa tahun lalu. Cukup membuka marketplace, memilih barang, lalu melakukan pembayaran. Promo dan gratis ongkir juga sering membuat orang tertarik membeli sesuatu yang sebelumnya tidak direncanakan. Media sosial semakin membuat hal ini terasa karena barang yang sedang viral bisa muncul berkali-kali di depan kita.

Menurut saya, perubahan pola konsumsi ini menarik kalau dikaitkan dengan kondisi perekonomian Indonesia. Konsumsi masyarakat memang menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ekonomi. Ketika masyarakat berbelanja, usaha ikut bergerak dan penjual mendapatkan pendapatan. Namun, masyarakat juga tetap punya batas kemampuan. Ketika pendapatan tidak bertambah secepat kebutuhan dan pengeluaran, orang tentu akan mulai mengatur kembali cara mereka berbelanja.

Karena itu, pertumbuhan ekonomi seharusnya tidak hanya dilihat dari angka yang muncul dalam berita. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana kondisi tersebut dirasakan oleh masyarakat. Apakah masyarakat mendapatkan pekerjaan? Apakah pendapatannya cukup untuk memenuhi kebutuhan? Apakah setelah membayar kebutuhan sehari-hari masih ada uang yang bisa disimpan? Pertanyaan seperti ini menurut saya justru lebih dekat dengan kondisi ekonomi yang sebenarnya dirasakan masyarakat.

Pemerintah tentu punya peran dalam menjaga agar perekonomian tetap berjalan. Dukungan terhadap lapangan pekerjaan, UMKM, dan kegiatan usaha tetap dibutuhkan supaya masyarakat memiliki sumber pendapatan. Di sisi lain, masyarakat juga perlu menyesuaikan diri dengan perubahan pola ekonomi yang semakin cepat, terutama karena perkembangan digital membuat kegiatan konsumsi menjadi jauh lebih mudah.

Pada akhirnya, kondisi ekonomi Indonesia tidak hanya bisa dilihat dari apakah ekonomi tumbuh atau tidak. Bagi masyarakat, kondisi ekonomi terasa dari hal yang sederhana seperti harga barang yang dibeli, pendapatan yang diterima, pekerjaan yang tersedia, sampai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi, ketika kita mengatakan ekonomi Indonesia berkembang, pertanyaan berikutnya adalah apakah perkembangan tersebut juga sudah benar-benar terasa di kehidupan masyarakat.