Menghidupkan Kanvas: Lebih dari Sekadar Warna
Tulisan dari Khobar Santosa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Melukis bagi saya adalah proses bercerita tanpa suara. Saat saya memilih subjek seperti kuda jantan yang tangguh atau mata kucing yang jernih, saya sedang mencoba menangkap sebuah karakter. Di dunia kerja, saya terbiasa dengan struktur dan spesifikasi material, namun di depan kanvas, material utamanya adalah rasa.
Proses melukis dimulai dari sebuah sketsa kasar, yang kemudian perlahan-lahan saya bangun lapis demi lapis dengan cat akrilik. Teknik layering ini mirip dengan membangun fondasi; setiap lapisan warna memberikan kekuatan pada hasil akhirnya. Saya ingin setiap orang yang melihat lukisan saya tidak hanya melihat gambar hewan, tapi merasakan nyawa dan energi yang saya tuangkan di sana.
Bagi saya, karya seni yang berhasil adalah yang mampu mengajak penontonnya berhenti sejenak dan tersenyum. Lewat setiap goresan kuas, saya ingin menyampaikan bahwa keindahan bisa ditemukan di mana saja, asalkan kita mau meluangkan waktu untuk memperhatikannya.

