Konten dari Pengguna

Tumbuhkan Kepercayaan Diri: Kunci Membuka Potensi Berpikir Kritis

Kholida Almahmudiyah

Kholida Almahmudiyah

Mahasiswa psikologi universitas Brawijaya

·waktu baca 6 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kholida Almahmudiyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

image : berpikir kritis by kholida al mahmudiyah
zoom-in-whitePerbesar
image : berpikir kritis by kholida al mahmudiyah

Kepercayaan diri sangatlah penting untuk dimiliki oleh setiap individu, dimana kepercayaan diri adalah kondisi ketika individu melakukan suatu sikap atau perasaan yakin atas kemampuan diri sendiri sehingga orang yang bersangkutan tidak terlalu cemas dalam tindakan tindakannya, dapat merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang disukainya dan bertanggung jawab atas perbuatannya. Kepercayaan diri akan mendorong individu untuk mulai berpikir kritis dan mempertanyakan atas suatu hal yang menurut mereka tidak logis.

Dalam sepanjang kehidupan, tentunya seorang manusia tidak akan pernah lepas dari suatu problem yang tidak pernah lupa untuk datang ke dalam hidup mereka.Ketika dihadapkan dalam suatu permasalahan, mereka memiliki rasa percaya diri yang kuat dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk dalam situasi sosial dan profesional, sehingga mereka dapat lebih mudah menyelesaikan masalah.Sedangkan dengan kepercayaan diri itu berpikir kritis akan muncul sebagai kemapuan berpikir yang logis dan kemampuan analisis yang lebih baik. Mereka mampu untuk mengidentifikasi masalah yang lebih efektif, dan mengembangkan solusi yang lebih efektif. Berpikir kritis juga memungkinkan individu untuk memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik dalam menghadapi perubahan dan tantangan hidup, sehingga mereka dapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan mencapai tujuan mereka.

image : kepercayaan diri by kholida al mahmudiyah

Pentingnya Kepercayaan Diri

Kepercayaan diri merupakan suatu sikap positif dimana individu merasa yakin akan kemampuan yang dimilikinya namun bukan berarti ketika seseorang memiliki kepercayaan diri individu tersebut mampu dan kompeten melakukan segala sesuatu. Akan tetapi bahwa ia memiliki kompetensi dan percaya diri karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri. Menurut pandangan Lauster (2003) kepercayaan diri adalah salah satu aspek dalam kepribadian dimana berbentuk keyakinan akan kemampuan yang dimiliki, sehingga individu tidak mudah terpengaruh dengan orang lain dan dapat bertindak sesuai dengan keinginannya,optimis dan bertanggung jawab.

Ketika seorang individu memiliki kepercayaan diri yang tinggi, ia akan lebih mampu untuk menghadapi suatu situasi tertentu,serta percaya akan kemampuan yang dimilikinya. Sehingga ia akan lebih mampu untuk mengembangkan apa yang menjadi kelebihannya.Sehingga individu tersebut mampu menghasilkan sesuatu secara maksimal.misalnya pada seorang anak yang percaya diri akan kemampuan suaranya, ia akan melatih suaranya dengan sungguh sungguh, ia akan lebih siap dan lebih tangguh untuk hal hal yang yang mungkin terjadi di kemudian hari.Individu akan merasa optimis dan lebih berani dalam melakukan suatu hal yang dikehendakinya. Berbeda dengan individu dengan kepercayaan diri yang rendah, ia akan cenderung untuk menarik diri dan menghindari suatu hal yang menurutnya beresiko, sehingga ia akan kesulitan dalam mengembangkan apa yang dimilikinya.Individu yang memiliki kepercayaan diri rendah cenderung kurang berani untuk mencoba hal hal yang menurutnya beresiko karena mereka berada pada sebuah comfort zone dimana sulit bagi mereka untuk keluar dari zona tersebut

image : berpikir kritis dengan percaya diri by kholida al mahmudiyah

Pentingnya Berpikir Kritis

Berpikir kritis merupakan suatu keterampilan yang harus dikembangkan dengan baik.Individu membutuhkan keterampilan ini untuk mencari suatu jawaban, memecahkan masalah, menganalisis dan mengkaji akan kehidupan yang telah dia alami.Sokrates sebagai ilmuwan yang menemukan metode penyelidikan pertanyaan mengatakan bahwa berpikir kritis merupakan sebuah debat penalaran atau proses pertanyaan kritis.Dalam berpikir kritis terdapat beberapa kemampuan yang dikuasai diantaranya yaitu analisis,kreatif, pemecahan masalah, serta visualisasi.

Berpikir kritis tentunya sangat dibutuhkan oleh individu,terutama ketika berada di sebuah masalah, dan mencari solusinya. Oleh karena itu berpikir kritis berperan penting dalam pengambilan keputusan.Dimana ketika suatu individu mampu menerapkan pola pikir yang kritis, ia akan mencari tau dan terus mempertanyakan keputusan apa yang menjadi sebuah keputusan terbaik.Dengan berpikir kritis individu akan mampu untuk menganalisis serta mengevaluasi data yang dia miliki serta mengaplikasikan keputusan sesuai dengan apa yang dipercaya.Dengan berpikir kritis kita juga mampu memprediksi dampak dampak atau kelemahan maupun kelebihan dari keputusan yang telah diambil.

Hubungan Antara Kepercayaan Diri dan Berpikir Kritis

Kepercayaan diri dan berpikir kritis memiliki hubungan yang signifikan dapat dilihat pada anak yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi, ia lebih mampu untuk mengambangkan suatu hal yang positif dari dalam dirinya, serta lebih mampu untuk menerima dan mengatasi suatu resiko yang terjadi. Berpikir kritis merupakan sebuah hal positif yang harus dikembangkan sebaik mungkin, ketika individu tersebut merasa percaya diri yang tinggi, ia akan lebih mampu untuk mengemukakan pendapatnya serta mempertanyakan segala hal yang mungkin tidak sesuai atau yang tidak diketahui.Misalnya ketika berada di dalam pembelajaran ketika seseorang dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi ia tidak akan malu dan takut untuk mengemukakan pendapatnya secara kritis, berbeda dengan individu yang memiliki kepercayaan diri yang cukup rendah, ia akan cenderung pasif karena merasa takut apakah yang dilakukannya benar atau salah karena ia tidak merasa yakin akan kemampuan yang dimilikinya. Hal ini dapat menghambat proses berpikir kritis dalam diri individu. Oleh karena itu kepercayaan diri memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pola berpikir kritis.

Hubungan yang terbentuk antara kepercayaan diri dan berpikir kritis memiliki beberapa faktor.Pertama, pengalaman dan pengetahuan, ketika individu berpengalaman dan berpengetahuan yang luas maka akan cenderung lebih percaya diri akan kemampuannya dan mampu untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritisnya.Kemudian yang kedua adalah lingkungan, seperti yang kita ketahui bahwa lingkungan sosial dan dukungan juga berkontribusi, karena dukungan dari keluarga, teman, dan mentor dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang, yang pada gilirannya mendorong kemampuan berpikir kritis yang lebih baik.Yang ketiga yaitu keterampilan berkomunikasi dengan baik, jika seseorang tersebut memiliki keterampilan komunikasi yang baik mampu menjadi dorongan untuk berpikir kritis karena keterampilan ini memungkinkan individu untuk mempertajam pemikiran kritis mereka melalui diskusi dan refleksi.Oleh karena itu hubungan antara kepercayaan diri dan berpikir kritis bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor internal dan eksternal.

Dengan mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dan berpikir kritis kita dapat meningkatkannya dengan menerapkan beberapa hal, yang pertama yaitu dengan melatih keterampilan berpikir kritis melalui analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah yang kompleks. Melalui pembelajaran aktif dan partisipatif, seperti diskusi kelompok dan studi kasus, individu dapat mengasah kemampuan berpikir kritis sambil membangun kepercayaan diri melalui interaksi dan umpan balik konstruktif.Selanjutnya membangun lingkungan yang mendukung, di mana kesalahan dilihat sebagai kesempatan belajar, juga penting. Hal ini mengurangi ketakutan akan kegagalan dan mendorong eksplorasi pemikiran kritis yang lebih berani. Selain itu, teknik refleksi diri seperti jurnal atau diskusi terbuka tentang pemikiran dan keputusan yang diambil dapat membantu individu mengenali kekuatan.

Kesimpulan

Dari apa yang telah dijelaskan tersebut dapat kita simpulkan bahwa kepercayaan diri dan berpikir kritis adalah dua keterampilan yang saling berhubungan dan memiliki pengaruh signifikan terhadap pengembangan individu. Kepercayaan diri memungkinkan seseorang untuk merasa yakin dalam kemampuannya, mengurangi kecemasan, dan bertanggung jawab atas tindakannya, sehingga memfasilitasi penerapan berpikir kritis yang logis dan analitis. Di sisi lain, berpikir kritis memperkuat kepercayaan diri dengan memberikan kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis situasi, dan mengembangkan solusi yang efektif. Faktor-faktor seperti pengalaman, pengetahuan, dukungan lingkungan, dan keterampilan komunikasi berperan penting dalam membentuk hubungan antara kepercayaan diri dan berpikir kritis. Dengan strategi yang tepat, seperti latihan berpikir kritis, membangun lingkungan yang mendukung, dan refleksi diri, individu dapat mengembangkan kedua keterampilan ini secara bersamaan, memungkinkan mereka untuk menghadapi tantangan dengan lebih baik dan mencapai tujuan mereka.

Referensi

Rahardhian, A. (2022). Kajian Kemampuan Berpikir Kritis (Critical Thinking Skill) Dari Sudut Pandang Filsafat. Jurnal Filsafat Indonesia.

lestari, i. (2019, September 27). "HUBUNGAN ANTARA BERIKIR KRITIS SEORANG PERAWAT DENGAN KUALITAS KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT". https://doi.org/10.31227/osf.io/j2u78

Fitriana, F. (2021). HUBUNGAN REGULASI DIRI DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DENGAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI SISWA KELAS V SD. ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar.