Menyelami Dunia Myrtaceae di Kebun Raya Purwodadi: Dari Jambu hingga Kayu Putih

Teknisi Perkebunrayaan Terampil Pada Direktorat Pengeloaan Koleksi
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mohamad Kholik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bagi banyak orang, jambu air atau jambu biji hanyalah buah segar yang enak disantap kala siang hari. Padahal, keduanya berasal dari keluarga besar yang sama, yaitu Myrtaceae. Keluarga tumbuhan ini bukan hanya dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, tapi juga punya peran penting dalam ekosistem tropis.
Keluarga yang Dekat dengan Kita Myrtaceae adalah keluarga tumbuhan berbunga dengan lebih dari 5.500 spesies di seluruh dunia. Di Indonesia, anggota keluarganya beragam, mulai dari cengkih (Syzygium aromaticum) yang jadi rempah bernilai tinggi, kayu putih (Melaleuca cajuputi) sebagai sumber minyak atsiri, jambu bol (Syzygium malaccense) dengan buah merah eksotis, hingga eukaliptus pelangi (Eucalyptus deglupta) yang terkenal dengan batang warna-warni.
Setiap jenis punya cerita sendiri: ada yang dimanfaatkan buahnya, ada yang diperas minyaknya, ada pula yang sekadar dinikmati keindahannya.
Koleksi Hidup di Purwodadi Di Kebun Raya Purwodadi, koleksi Myrtaceae tumbuh subur dan menjadi salah satu primadona konservasi. Sebagai kebun raya dataran rendah kering yang dikelola BRIN, koleksi ini bukan hanya penghias taman, tapi juga berfungsi sebagai bank genetik. Artinya, keberadaan mereka sangat penting sebagai penyelamat keragaman hayati di tengah maraknya kerusakan hutan.
Pengunjung bisa menjelajahi koleksi ini sambil mengenal lebih dekat kerabat jambu, kayu putih, hingga eucaliptus. Ada pohon rindang yang meneduhi jalan setapak, ada pula tanaman buah yang mengingatkan pada halaman rumah di desa.
Kolaborasi Dua Tim Penjaga Koleksi Sebagai koleksi hidup, pohon-pohon Myrtaceae tentu menghadapi tantangan. Serangan kutu putih, jamur, hingga pohon tua yang mulai rapuh menjadi pekerjaan sehari-hari di Purwodadi. Di sinilah tim pemelihara koleksi dan tim kesehatan pohon bekerja berdampingan.
Tim pemelihara koleksi fokus pada penyiraman, pemupukan, hingga perawatan media tanam. Sementara itu, tim kesehatan pohon melakukan pemantauan kondisi menggunakan metode visual maupun alat deteksi, lalu memberi rekomendasi pengendalian hama dan penyakit.
Kolaborasi ini membuat perawatan koleksi lebih menyeluruh: mulai dari monitoring rutin, pengendalian ramah lingkungan, hingga rehabilitasi lewat pemangkasan atau penanaman kembali. Semua dilakukan agar koleksi tetap sehat, aman, dan bermanfaat—bagi riset, konservasi, maupun kenyamanan pengunjung.
Lebih dari Sekadar Pohon Mengunjungi koleksi Myrtaceae di Kebun Raya Purwodadi bukan hanya soal melihat pohon. Ini adalah pengalaman belajar untuk menyadari betapa kayanya flora Nusantara. Kita bisa mencium aroma segar daun kayu putih, kagum melihat batang eukaliptus pelangi, atau sekadar duduk teduh di bawah jambu bol.
Namun, di balik semua itu, ada kerja senyap dua tim yang saling melengkapi. Mereka memastikan koleksi tetap hidup, tumbuh sehat, dan bisa diwariskan untuk generasi berikutnya.
Penutup
Myrtaceae adalah keluarga tumbuhan yang dekat dengan kehidupan kita, meski sering luput dari perhatian. Di Kebun Raya Purwodadi, keberadaannya dirawat dengan penuh dedikasi lewat kolaborasi antara tim pemelihara koleksi dan tim kesehatan pohon. Dari jambu hingga kayu putih, semua tumbuhan ini mengingatkan kita bahwa menjaga mereka sama dengan menjaga masa depan kita.
