Pohon Pun Butuh Dokter: Sehari Bersama Tim Kesehatan Pohon

Teknisi Perkebunrayaan Terampil Pada Direktorat Pengeloaan Koleksi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Mohamad Kholik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Oleh: Mohamad Kholik (Teknisi Perkebunrayaan Terampil )
Siang itu, saya berdiri di bawah rindangnya pohon flamboyan di Kebun Raya Purwodadi. Dari kejauhan, beberapa petugas berseragam hijau memeriksa batang pohon dengan alat berbentuk piringan. “Ini namanya Arbusonik,” kata salah satu anggota Tim Kesehatan Pohon sambil tersenyum. “Ibarat USG, tapi untuk pohon.”
Ternyata, layaknya manusia, pohon pun bisa sakit. Di Direktorat Koleksi Ilmiah, ada tim khusus yang menjadi “dokter” bagi ribuan pohon. Mereka tidak hanya merawat, tapi juga memastikan pohon aman untuk pengunjung dan lingkungan sekitar.
Pekerjaan mereka tidak sederhana. Mulai dari memeriksa daun dan batang, mengendalikan hama, hingga melakukan rehabilitasi—menanam pohon pengganti saat ada yang sudah terlalu tua atau rusak. Pemeriksaan rutin ini penting, karena beberapa pohon yang tampak kokoh di luar bisa rapuh di dalam dan berisiko tumbang.
Melihat mereka bekerja, saya baru paham betapa pentingnya peran ini. Dengan teknologi Arbusonik, kondisi bagian dalam batang bisa diketahui tanpa harus menebang. Tindakan bisa diambil cepat—pemangkasan, perawatan intensif, atau penanaman pohon baru.
Yang menarik, layanan ini tidak hanya untuk kebun raya. Pemerintah daerah juga bisa memanfaatkannya untuk memeriksa pohon di taman kota atau jalan protokol. Pohon yang sehat berarti lingkungan yang aman.
Jadi, lain kali Anda berjalan di bawah naungan pohon besar, ingatlah ada “dokter pohon” yang bekerja diam-diam, memastikan kita tetap aman sambil menikmati sejuknya alam.
