"Scholobium amazonicum: Biji Bernilai Tinggi, Konservasi Teruji"

Teknisi Perkebunrayaan Terampil Pada Direktorat Pengeloaan Koleksi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Mohamad Kholik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kebun Raya Purwodadi kembali menjadi perhatian publik. Salah satu koleksi langkanya, Scholobium amazonicum, kini tengah memasuki masa panen biji. Tanaman yang dikenal memiliki pertumbuhan sangat cepat ini ternyata memiliki nilai ekonomi yang fantastis. Harga bijinya dilaporkan mencapai Rp 2–3 juta per kilogram, membuatnya menjadi incaran masyarakat luas.
Biji Scholobium amazonicum banyak dicari karena berpotensi besar dalam industri perkebunan dan kehutanan. Namun, tingginya permintaan ini juga memunculkan masalah baru: maraknya pengambilan biji secara ilegal. Bahkan, ada yang nekat menggunakan ketapel untuk menjatuhkan buah dari pohon hanya demi mendapatkan bijinya.
Potensi Besar, Tantangan Serius
Sebagai bagian dari koleksi ilmiah, tanaman ini sebenarnya berada di bawah pengelolaan dan perlindungan kebun raya. Namun, adanya aturan dan SOP internal yang membatasi intervensi langsung membuat pihak kebun raya kerap hanya bisa memantau tanpa dapat melakukan tindakan tegas terhadap praktik pengambilan liar.
“Sejak mulai berbuah, kami sudah melihat tingginya minat masyarakat terhadap bijinya. Tapi di sisi lain, kami juga harus mematuhi aturan pengelolaan yang berlaku di kebun raya,” ungkap salah satu pengelola.
Pentingnya Edukasi dan Pengawasan
Fenomena ini menjadi pelajaran penting bahwa pengelolaan koleksi bernilai ekonomi tinggi perlu diimbangi dengan edukasi masyarakat, pengawasan lebih ketat, dan aturan pemanfaatan yang jelas. Tanpa langkah tersebut, risiko eksploitasi berlebihan dan hilangnya potensi penelitian ke depan akan semakin besar.
Scholobium amazonicum di Kebun Raya Purwodadi kini menjadi saksi bagaimana kekayaan hayati bisa menjadi daya tarik sekaligus tantangan. Apakah ke depan biji bernilai tinggi ini akan dikelola dengan bijak? Hanya waktu dan kebijakan yang bisa menjawab.
