Generasi Muda dan Literasi Keuangan, Bekal Menghadapi Ekonomi Digital

Mahasiswa Universitas Pamulang Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Kholisatun Noviana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Perkembangan ekonomi digital membuat generasi muda semakin dekat dengan berbagai layanan keuangan. Pembayaran menggunakan QRIS, dompet digital, hingga layanan paylater kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman tentang cara mengelola keuangan. Literasi keuangan membantu generasi muda memahami cara mengatur pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mempertimbangkan risiko sebelum menggunakan layanan keuangan.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat literasi keuangan kelompok usia 15–17 tahun tercatat 56,04 persen. Sementara itu, kelompok pelajar atau mahasiswa mencapai 62,72 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pemahaman keuangan masih perlu diperkuat sejak usia muda. Pendidikan dapat menjadi salah satu cara untuk mengenalkan pengelolaan keuangan melalui hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan siswa.
Belajar mengatur uang sejak dini bukan hanya membantu menghadapi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi bekal bagi generasi muda ketika memasuki dunia kuliah, kerja, dan kehidupan yang semakin terhubung dengan ekonomi digital.
