Self Rewarding Gen Z: Cermin Trade Off antara Konsumsi dan Tabungan

Mahasiswa Universitas Pamulang Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Kholisatun Noviana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bagi banyak perempuan Gen Z, self reward bukan sekadar gaya hidup, tapi bentuk apresiasi diri setelah menghadapi hari-hari yang melelahkan. Setelah gaji cair, segelas kopi mahal, skincare baru, atau dinner cantik jadi simbol kecil kebahagiaan.
Namun di balik euforia itu, muncul pertanyaan besar: apakah self rewarding ini jadi cara sehat menghargai diri, atau justru perangkap konsumtif yang menggerus tabungan pelan-pelan?
Generasi muda perempuan kini hidup di tengah tuntutan ganda harus mandiri secara finansial, tapi juga diharapkan tetap “sempurna” secara sosial. Tak heran, banyak yang memilih menyeimbangkan tekanan dengan self care dan self reward. Sayangnya, ketika hal itu dilakukan berlebihan, batas antara merawat diri dan memanjakan diri jadi kabur.
Fenomena ini menggambarkan trade off nyata antara konsumsi dan tabungan. Di satu sisi, perempuan Gen Z ingin menikmati hasil kerja keras mereka. Tapi di sisi lain, ada kesadaran baru tentang pentingnya investasi dan kebebasan finansial.
Mungkin kuncinya bukan memilih salah satu, tapi menemukan keseimbangan. Sebab, menghargai diri bisa dilakukan tanpa harus mengorbankan masa depan. Bahagia hari ini, aman esok hari — keduanya tetap bisa jalan berdampingan.
