Tingginya Pengangguran, Apa Dampaknya bagi Perekonomian Indonesia?

Mahasiswa Universitas Pamulang Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kholisatun Noviana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pengangguran masih menjadi salah satu persoalan dalam perekonomian Indonesia. Masalah ini bukan hanya berkaitan dengan seseorang yang belum mendapatkan pekerjaan, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi secara keseluruhan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia pada Agustus 2025 mencapai 4,85 persen. Angka tersebut memang turun dibandingkan Agustus 2024 yang sebesar 4,91 persen. Namun, masih terdapat sekitar 7,46 juta orang yang masuk dalam kategori pengangguran terbuka.
Tingginya pengangguran dapat memengaruhi daya beli masyarakat. Seseorang yang tidak memiliki pekerjaan cenderung memiliki pendapatan yang terbatas, sehingga kemampuan untuk membeli barang dan jasa juga menurun. Jika terjadi pada banyak orang, kondisi tersebut dapat berdampak pada penurunan permintaan dan aktivitas usaha.
Selain itu, pengangguran juga berarti adanya tenaga kerja yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, masyarakat yang bekerja dapat menghasilkan barang dan jasa sekaligus memperoleh pendapatan yang kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semakin banyak masyarakat yang memiliki pekerjaan, semakin besar pula potensi aktivitas ekonomi yang berjalan.
Karena itu, pertumbuhan ekonomi sebaiknya tidak hanya dilihat dari meningkatnya angka produksi, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan pekerjaan. Pemerintah dan dunia usaha perlu terus mendorong terciptanya kesempatan kerja, termasuk melalui pengembangan UMKM, peningkatan keterampilan, dan penciptaan lapangan kerja baru.
Pada akhirnya, mengurangi pengangguran bukan hanya tentang membuat seseorang memiliki pekerjaan, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Dengan semakin banyak masyarakat yang bekerja dan memperoleh penghasilan, aktivitas ekonomi dapat bergerak lebih baik dan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas.
