Konten dari Pengguna

Sedikit Demi Sedikit, Sampah Plastik menjadi Bukit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari khrisna Ilyas Pahlevi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber : pixabay
zoom-in-whitePerbesar
sumber : pixabay

Dunia yang kini memasuki era modern semakin mengedepankan fleksibilitas di segala aspek demi memenuhi kebutuhan hidup dengan cepat. Tuntutan fleksibilitas di dunia yang sudah maju ini memberikan konsekuensi terhadap gaya hidup manusia dengan salah satunya adalah penggunaan plastik sekali pakai. Konsumsi plastik sekali pakai yang dianggap lebih praktis memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah sampah plastik di dunia. Padahal dibalik itu, menurut berbagai penelitian menunjukkan bahwa sampah plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai. Jika dibiarkan terus menerus, sampah plastik akan menjadi limbah dan mencemari lingkungan.

Melansir dari data laporan tahunan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, dalam waktu lima tahun terakhir, komposisi sampah plastik menjadi urutan kedua tertinggi setelah sampah sisa makanan dan terus mengalami peningkatan setiap tahun. Data tersebut menjadi bukti dari sistem pengelolaan dan regulasi yang belum maksimal untuk mengatur jumlah konsumsi penggunaan sampah plastik.

Hal serupa juga terjadi di lingkungan kampus, gaya hidup mahasiswa yang kini serba praktis dan instan menghasilkan banyak sekali penggunaan produk berbahan plastik sekali pakai, seperti kemasan makanan, botol air mineral, hingga kantong plastik. Di satu sisi, meskipun banyak kampus yang berinovasi merancang program mengurangi penggunaan sampah plastik, nyatanya tidak semua kampus dapat mengelola hasil sampah tersebut secara maksimal. Kondisi ini tidak mencerminkan kampus sebagai ruang pembelajaran yang mendukung prinsip sustainability. Sebagai mahasiswa, langkah kecil apa saja yang bisa kita lakukan agar kampus tetap menjadi ruang belajar yang berkelanjutan dan sejalan dengan nilai-nilai SDGs (Sustainable Development Goals)?

Mengutip dari jejakkarbonku.id, berikut beberapa langkah yang bisa teman-teman lakukan untuk meminimalkan jumlah sampah plastik pada kampus.

1. Bawa botol minum dan tempat makan pribadi

Membiasakan diri membawa wadah makan dan botol milik pribadi merupakan salah satu langkah kecil tapi berdampak nyata yang dapat diterapkan. Teman-teman tidak perlu khawatir apabila sedang jajan di kantin atau saat kehabisan air karena bisa diisi ulang. Dengan membiasakan membawa wadah milik pribadi, teman-teman sudah membantu menekan jumlah produksi sampah plastik setiap harinya terutama di lingkungan kampus.

2. Membawa tas kain sebagai alternatif kantong plastik

Penggunaan tas kain dapat menjadi pilihan efektif bagi teman-teman saat membeli barang untuk menghindari kantong plastik tambahan.

3. Mengolahnya Menjadi benda fungsional

Hasil sampah plastik yang sudah tidak terpakai bisa teman-teman manfaatkan kembali menjadi benda yang bernilai seni seperti tas belanja dan anyaman dari kemasan plastik, pot tanaman hias dari wadah plastik, hingga meja dan kursi dari botol plastik yang sudah cukup banyak dipergunakan di ruang publik seperti taman di kampus.

4. Aktif mendukung kampanye kesadaran lingkungan

Selain berpartisipasi langsung teman-teman juga dapat membantu menyebarkan segala informasi mengenai dampak dari sampah plastik dan mendukung kampanye kampus ramah lingkungan untuk mendorong seluruh civitas akademik dapat ikut serta berpartisipasi.

5. Menerapkan langsung dalam kegiatan sehari-hari kampus

Penerapan langsung dalam keseharian bisa teman-teman lakukan dengan merealisasikannya pada setiap acara dan kegiatan di kampus, mahasiswa dapat saling mengedukasi tentang bagaimana gaya hidup yang ramah lingkungan sehingga dapat dilaksanakan dalam setiap kesempatan.

Masih banyak hal lainnya yang dapat kita lakukan untuk berpartisipasi menciptakan ruang kampus yang ramah lingkungan. Bersama kita bergerak ciptakan kampus yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Gerakan besar bisa dimulai dari gerakan kecil, dan gerakan itu bisa dimulai dari diri kita sendiri.