Konten dari Pengguna

Mendorong Eksistensi Batik sebagai Outfit Kuliah Mahasiswa UMY

Isnaini Nurul Khasanah

Isnaini Nurul Khasanah

Undergraduate Communication Studies Student Muhammadiyah University of Yogyakarta, Creative and Media Industry Enthusiasts.

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Isnaini Nurul Khasanah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penggunaan Batik sebagai Outfit Acara Ulang Tahun Komunitas Radio "Ikom Radio" Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Penggunaan Batik sebagai Outfit Acara Ulang Tahun Komunitas Radio "Ikom Radio" Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Dokumentasi Pribadi)

Indonesia memiliki beragam kebudayaan, salah satunya adalah batik. Batik merupakan salah satu pakaian tradisional yang sering digunakan oleh masyarakat Jawa. Berbagai batik dengan ciri khas motif yang berbeda menjadi identitas bagi beberapa daerah, seperti batik Pekalongan, batik Solo, batik Cirebon, dan sebagainya.

Sebagian besar mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melihat batik sebagai pakaian yang sering digunakan pada acara formal, seperti acara peresmian, pelantikan, sebagai seragam, dan juga acara formal lainnya.

Pandangan tersebut mulai beredar di kalangan mahasiswa UMY karena adanya persepsi mengenai batik sebagai pakaian yang kaku. Hal ini ditandai dengan banyaknya respon yang sedikit hiperbola terhadap orang yang mengenakan batik dengan melontarkan kalimat "Kok pakai batik mau kemana? Rapi banget", "Habis kondangan darimana kok pakai batik?", "Ada acara apa kok pakai batik?", dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Salah satu mahasiswa UMY yang berasal dari Tangerang,Fitri Kusuma, mengenakan batikuntuk melakukan kegiatan di kampus.

“Sebenernya aku jarang pakai batik saat di Tangerang, tapi saat kuliah disini aku melihat banyak orang pakai batik di kampus. Akhirnya aku jadi punya keinginan untuk pakai batik juga dan beli batik untuk kuliah,” Ujar Fitri (29/11).

Penggunaan Batik yang Dimodifikasi dengan Gaya Modern (Dokumentasi Pribadi)

Masifnya penggunaan batik di UMY menjadi salah satu pendorong lahirnya kesadaran mahasiswa akan pentingnya menjaga kekayaan budaya yang ada.

“Harapannya, semoga anak muda bisa tetap menjaga pemakaian batik dengan mengadaptasikan sesuai dengan perkembangan zaman agar batik tetap terjaga eksistensinya,” Ujar Fitri (29/11).

Dalam sesi wawancara, Fitri menyebutkan bahwa batik yang ia kenakan dipadukan dengan gaya anak muda harus dijaga konsistensinya karena dapat menjadi wajah baru kebudayaan yang harus dilestarikan.

Selain itu, tak sedikit mahasiswa UMY yang memakai batik pada beberapa kegiatan di kampus, seperti kuliah umum, kegiatan belajar mengajar, maupun pada saat ada event konser maupun acara organisasi.

Tak hanya Fitri, beberapa teman kelasnya bahkan teman yang beda fakultaspun juga ikut mengenakan batik di hari tertentu.

“Aku pakai baju batik karena baju aku pada dimasukin ke laundry semua,” Ujar Hatika, teman kelas Fitri (29/11). Hatika juga menyebutkan bahwa dirinya percaya diri mengenakan batik, karena sudah banyak mahasiswa yang juga menjadikan batik sebagai outfit kuliah.

Dengan demikian, persepsi 'batik yang dipakai untuk pergi kondangan' mulai memudar di kalangan mahasiswa UMY.

Tak jauh berbeda dengan Fitri, Hatika berharap pemakaian batik dapat menjadi langkah baru untuk menjaga eksistensi kekayaan budaya kita.

Oleh karena itu, langkah kecil mengenai masifnya penggunaan batik di kalangan mahasiswa UMY perlu dijaga konsistensinya karena membawa kebudayaan ke arah yang lebih baik.