Konten dari Pengguna

Rahasia Akun Kedua Gen Z: Dua akun, Dua Dunia??

Kiki Ameliaputri

Kiki Ameliaputri

saya adalah seorang mahasiswa aktif di Universitas Pamulang dan mengambil jurusan ilmu komunikasi. saya seorang mahasiswa yang mempunyai minat menulis, dan memiliki hobi mendengarkan musik.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kiki Ameliaputri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gen z dengan Second Account/ gambar pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Gen z dengan Second Account/ gambar pribadi

Di era digital saat ini, banyak dari kita yang memiliki lebih dari satu akun media sosial. Salah satunya kelompok yang paling aktif dalam hal ini yaitu Generasi Z (Gen Z). Mereka sering kali memiliki akun kedua yang hanya diperlihatkan atau dibagikan ke orang-orang tertentu. Dalam artikel ini saya penulis akan membahas alasan Gen Z memilih untuk membuat akun kedua dan apa yang mereka posting didalamnya.

Generasi Z, dikenal dengan kecerdasan digitalnya,ternyata mereka punya kebiasaan unik yaitu mereka memiliki akun media sosial kedua. Bukan hanya sekedar akun Cadangan,akun kedua ini seringkali menjadi ruang pribadi yang tersembunyi dari sorotan publik. Alasan mereka membuat akun kedua tentu saja mereka ingin menjaga privasi mereka, kemudian akun kedua juga tempat mereka dapat mengekspresikan diri mereka dengan cara yang lebih autentik.

Siapa saja yang bisa melihat isi akun kedua ini?

Biasanya hanya orang-orang terdekat dan terpecaya seperti sahabat atau teman dekatnya. Lingkaran pertemanan yang lebih kecil ini memungkinkan Gen Z untuk lebih bebas berekspresi tanpa takut dihakimi oleh banyak orang.

Di akun utama, mereka akan menampilkan hal-hal yang lebih menarik,mengikuti tren,bahkan menyesuaikan diri dengan ekspetasi teman dan pengikutnya. Namun, di akun kedua, mereka bisa menjadi diri mereka sendiri sepenuhnya, seperti tanpa filter, memposting hal-hal yang konyol,dan mereka bisa menampilkan jati diri mereka yang sebenarnya. Akun ini sebagai jurnal digital, tempat mereka berbagi pikiran, perasaan, dan pengalaman yang mungkin terlalu personal untuk dibagikan ke akun utama

Kesimpulan

Akun kedua ini menunjukkan sisi lain dari Gen Z, sisi yang lebih autentik dan rentan. Ini bukan tentang berpura-pura, tetapi tentang memilih bagaimana dan dengan siapa mereka berbagi bagian-bagian penting dari kehidupan mereka. Dalam dunia yang semakin terhubung ini, penting bagi mereka untuk memiliki ruang pribadi di mana mereka dapat berbagi tanpa rasa takut. Dengan menahami alasan dan konten yang dibagikan dia akun kedua ini. Kita bisa lebih menghargai cara Gen Z berinteraksi dengan dunia digital