People Pleaser: Ketika Kita Sulit Berkata ‘Tidak’

Mahasiswa Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kiki Aprida Qoirunisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu berusaha untuk selalu menyenangkan orang lain? Pernahkah kamu senantiasa mendahulukan keinginan atau kebutuhan orang lain daripada dirimu sendiri? Atau pernahkah kamu merasa bersalah jika harus mengatakan ‘tidak’? Jika iya, mungkin saja kamu mengalami kondisi yang disebut people pleaser.
Istilah people pleaser mengacu pada seseorang yang selalu memprioritaskan orang lain meskipun mereka harus mengorbankan keinginan atau kebutuhannya sendiri. Mereka juga berusaha untuk selalu terlihat sebagai orang yang baik hati, menyenangkan, dan senang membantu agar mereka dapat diterima dan disukai oleh orang lain.
Tanda-tanda orang yang menjadi people pleaser
Ada banyak tanda yang dapat dimiliki oleh seseorang yang menjadi people pleaser. Berikut ini adalah beberapa tandanya, yaitu;
Kamu sulit mengatakan 'tidak';
Kamu selalu memikirkan apa yang mungkin orang lain pikirkan tentang dirimu;
Kamu selalu merasa bersalah saat mengatakan 'tidak' kepada orang lain;
Kamu takut menolak orang lain karena akan membuat mereka berpikir bahwa dirimu adalah orang yang jahat dan egois;
Kamu selalu menyetujui hal-hal yang bahkan tidak kamu sukai atau melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak ingin kamu lakukan.
Seseorang yang menjadi people pleaser cenderung mudah menyesuaikan diri dengan apa yang orang lain rasakan. Mereka umumnya peduli dan empati pada orang lain.
Sebenarnya, bukanlah hal yang buruk jika kamu peduli dan senang membantu orang lain. Namun, ketika kamu terus-menerus membantu dan mempedulikan orang lain, hingga mengabaikan diri sendiri, tentu saja akan merugikan mental dan emosionalmu.
Penyebab seseorang menjadi people pleaser
Terus, kenapa sih seseorang menjadi people pleaser? Apa penyebabnya? Nah, beberapa faktor ini mungkin jadi penyebab seseorang menjadi people pleaser;
1. Rendahnya self-esteem, seorang people pleaser umumnya kurang peduli terhadap keinginan atau kebutuhannya sendiri. Karena kurangnya kepercayaan diri, mereka membutuhkan validasi dan ketika melakukan sesuatu untuk orang lain mereka akan merasa bahwa dirinya diterima oleh orang tersebut.
2. Perasaan insecure, seseorang yang berusaha menyenangkan orang lain mungkin saja merasa khawatir bahwa dirinya tidak akan disukai jika ia tidak melakukan yang terbaik untuk membuat orang lain merasa bahagia.
3. Pengalaman masa lalu, seseorang yang pernah mengalami peristiwa yang menyakitkan dan traumatis bisa menjadi salah satu penyebab ia menjadi people pleaser.
Tips untuk berhenti menjadi seseorang yang people pleaser
Ada beberapa cara nih yang bisa kamu terapkan untuk berhenti menjadi people pleaser dan belajar menyeimbangkan keinginan diri sendiri untuk membuat orang lain bahagia tanpa mengorbankan keinginanmu.
1. Buatlah prioritas
Setelah kamu menentukan apa yang menjadi prioritas untuk dirimu sendiri, kamu akan lebih mudah mengatakan ‘tidak’ pada apa pun yang tidak sejalan dengan tujuan hidupmu.
2. Menetapkan batasan
Penting bagi kita untuk menetapkan batasan dan mengomunikasikan batasan tersebut kepada orang lain. Contohnya adalah ketika kamu menetapkan bahwa hanya tersedia di waktu-waktu tertentu, ini dapat membantu dirimu memiliki kendali atas apa yang ingin kamu lakukan dan kapan kamu bersedia melakukannya.
3. Buatlah mantra
Kamu bisa menuliskan mantra di tempat yang sering kamu lihat. Misalnya cermin, dapat berfungsi sebagai media untuk berbicara pada dirimu sendiri di sepanjang hari.
Nah, beberapa mantra ini bisa kamu coba untuk mulai berhenti menjadi people pleaser.
“Aku berhak mengatakan ‘tidak’”
“Jawaban ‘tidak’ bagi mereka adalah ‘ya’ bagi diriku sendiri”
“Diriku adalah prioritasku”
Jika menjadi people pleaser membuatmu sulit menemukan kebahagiaan pada dirimu sendiri, kamu perlu menemukan cara untuk menetapkan batasan dan menjadikan waktumu sebagai prioritas. Ingat, kamu tidak bisa selalu membuat semua orang bahagia.
