Gaji Bisa Naik, Tapi Kalau Skill Tetap di Situ Saja, Kita Ikut Jalan di Tempat

saya saat ini seorang mahasiswa semester 6 jurusan pendidikan Ekonomi di universitas pamulang
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kinanti Dyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada orang yang sudah bekerja bertahun-tahun, tetapi pekerjaannya masih sama.
Tanggung jawabnya hampir sama.
Cara kerjanya sama.
Skill yang digunakan juga tidak banyak berubah.
Sementara di luar sana, teknologi terus berkembang, kebutuhan perusahaan berubah, dan pekerjaan baru bermunculan.
Kemudian muncul pertanyaan yang cukup sederhana:
Apakah lama bekerja selalu berarti nilai ekonomi seseorang ikut meningkat?
Jawabannya tidak selalu.
Karena dalam dunia kerja, bukan hanya berapa lama kita bekerja yang penting, tetapi juga apa yang bertambah dari diri kita selama bekerja.
Bekerja 5 Tahun Belum Tentu Sama dengan Berkembang 5 Tahun
Dua orang bisa sama-sama memiliki pengalaman kerja selama lima tahun.
Orang pertama selama lima tahun melakukan pekerjaan yang sama dengan cara yang sama.
Orang kedua selama lima tahun tersebut terus belajar.
Ia mulai memahami teknologi baru, belajar berkomunikasi dengan pelanggan, belajar mengolah data, memahami cara kerja bisnis, dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
Secara waktu, keduanya sama-sama bekerja lima tahun.
Tetapi secara kemampuan, hasilnya bisa berbeda.
Inilah yang menarik ketika kita melihatnya dari perspektif ekonomi pendidikan.
Pendidikan dan pengalaman dapat meningkatkan human capital, yaitu modal yang melekat pada manusia berupa pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan kemampuan.
Semakin relevan kemampuan tersebut dengan kebutuhan ekonomi, semakin besar pula kemungkinan kemampuan itu memberikan manfaat dalam pekerjaan.
Jangan Hanya Menjual Waktu, Mulailah Menjual Kemampuan
Ketika bekerja, sebenarnya kita sedang menukar sesuatu.
Kita memberikan waktu, tenaga, dan kemampuan.
Sebagai gantinya, kita mendapatkan penghasilan.
Tetapi ada perbedaan antara seseorang yang hanya menjual waktunya dengan seseorang yang terus meningkatkan nilai dari kemampuannya.
Misalnya seseorang bekerja delapan jam sehari.
Tahun pertama ia memiliki kemampuan tertentu.
Tahun ketiga ia memiliki kemampuan yang sama.
Tahun kelima pun masih sama.
Artinya, waktu yang ia berikan bertambah, tetapi kemampuan yang ditawarkan tidak banyak berubah.
Berbeda dengan seseorang yang selama lima tahun tersebut terus menambah kemampuan.
Ia mungkin belajar mengoperasikan teknologi baru, meningkatkan kemampuan komunikasi, memahami analisis data, atau mempelajari cara mengelola sebuah tim.
Waktunya sama-sama delapan jam, tetapi kemampuan yang dibawa ke dalam pekerjaan semakin berkembang.
Pendidikan Tidak Selalu Harus Berakhir dengan Gelar
Ketika mendengar kata pendidikan, kita sering langsung membayangkan sekolah dan universitas.
Padahal belajar untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja bisa dilakukan dalam berbagai bentuk.
Pelatihan.
Kursus.
Sertifikasi.
Magang.
Belajar dari pekerjaan.
Belajar menggunakan teknologi.
Belajar mengelola bisnis.
Belajar dari pengalaman.
Bahkan belajar menyelesaikan masalah di tempat kerja.
Semuanya dapat menjadi bagian dari proses meningkatkan kemampuan seseorang.
Jadi, setelah mendapatkan ijazah bukan berarti proses pendidikan selesai.
Karena dunia kerja sendiri terus memberikan “kurikulum” baru yang harus kita pelajari.
Skill yang Dulu Berharga Bisa Saja Menjadi Biasa
Perubahan teknologi membuat kebutuhan tenaga kerja ikut berubah.
Sebuah pekerjaan yang dulu membutuhkan banyak tenaga manusia mungkin sekarang sudah dibantu teknologi.
Pekerjaan yang dulu dilakukan secara manual mulai menggunakan sistem digital.
Cara perusahaan berkomunikasi dengan pelanggan juga berubah.
Cara orang membeli barang berubah.
Cara bisnis melakukan promosi berubah.
Kalau kemampuan kita tidak ikut berkembang, ada kemungkinan nilai ekonomi dari kemampuan tersebut ikut tertinggal.
Bukan berarti skill lama menjadi tidak berguna.
Tetapi kita perlu menambahkan kemampuan baru di atas kemampuan yang sudah dimiliki.
Seperti memperbarui aplikasi, kemampuan manusia juga perlu diperbarui.
Ini Bukan Tentang Mengejar Uang Sebanyak-banyaknya
Pembahasan mengenai skill sering berakhir pada kalimat:
"Belajar skill baru supaya gaji naik."
Tidak salah.
Tetapi manfaatnya sebenarnya lebih luas.
Skill baru bisa membuat seseorang lebih mudah menyelesaikan pekerjaan.
Bisa meningkatkan produktivitas.
Bisa memperluas pilihan pekerjaan.
Bisa membantu seseorang berpindah bidang.
Bisa digunakan untuk membuka usaha.
Bisa digunakan sebagai pekerjaan sampingan.
Bahkan bisa membuat seseorang lebih siap ketika kondisi ekonomi berubah.
Jadi, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan berapa banyak uang yang kita dapatkan, tetapi juga seberapa banyak pilihan ekonomi yang kita miliki.
Penghasilan Bukan Satu-satunya Hal yang Perlu Naik
Ada sesuatu yang sering kita lupakan ketika berbicara tentang perkembangan diri.
Bukan hanya penghasilan yang seharusnya bertambah.
Kemampuan kita juga harus bertambah.
Kalau penghasilan bertambah tetapi kemampuan tetap sama, kita mungkin hanya mendapatkan keuntungan dari kondisi saat ini.
Tetapi kalau kemampuan bertambah, kita sedang mempersiapkan diri untuk kondisi yang belum terjadi.
Inilah mengapa belajar bisa dianggap sebagai investasi.
Kita mengeluarkan waktu dan tenaga sekarang untuk mendapatkan kemampuan yang manfaatnya mungkin baru terasa nanti.
Jangan Tunggu Kehilangan Pekerjaan untuk Belajar
Banyak orang baru merasa perlu meningkatkan skill ketika sudah berada dalam situasi sulit.
Ketika pekerjaan mulai tidak aman.
Ketika perusahaan melakukan perubahan.
Ketika posisi yang ditempati mulai membutuhkan kemampuan baru.
Atau ketika mencari pekerjaan baru ternyata jauh lebih sulit daripada yang dibayangkan.
Padahal, belajar akan lebih mudah ketika kita masih memiliki ruang untuk mencoba.
Tidak harus langsung mengikuti pendidikan mahal.
Mulai dari satu kemampuan.
Satu aplikasi.
Satu keterampilan komunikasi.
Satu pengetahuan tentang keuangan.
Satu kemampuan yang relevan dengan pekerjaan.
Sedikit demi sedikit.
Karena skill yang dibangun sebelum keadaan darurat datang bisa menjadi modal ketika keadaan benar-benar berubah.
Jangan Sampai Pengalaman Hanya Bertambah Angka
Lima tahun bekerja.
Sepuluh tahun bekerja.
Lima belas tahun bekerja.
Angka tersebut memang menunjukkan pengalaman.
Tetapi ada pertanyaan yang lebih penting:
“Selama waktu itu, apa yang bertambah dari diri kita?”
Kalau jawabannya hanya masa kerja, mungkin sudah waktunya belajar sesuatu yang baru.
Bukan karena kemampuan kita tidak cukup.
Tetapi karena dunia di sekitar kita tidak berhenti berkembang.
Pada akhirnya, pendidikan dalam perspektif ekonomi bukan sekadar tentang mendapatkan pekerjaan.
Pendidikan juga tentang meningkatkan kemampuan manusia agar tetap memiliki nilai dan pilihan dalam kehidupan ekonomi yang terus berubah.
Karena pekerjaan bisa berganti.
Perusahaan bisa berubah.
Teknologi bisa berkembang.
Tetapi kemampuan untuk belajar adalah sesuatu yang bisa terus kita bawa.
Jangan hanya menghitung berapa tahun kita sudah bekerja. Sesekali, hitung juga berapa banyak kemampuan yang sudah kita tambahkan.
