Konten dari Pengguna

Serunya Bikin Gelang di Taman Baca Amalia

KINTAN MAHARANI

KINTAN MAHARANI

Saya adalah mahasiswa universitas pamulang pendidikan ekonomi

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KINTAN MAHARANI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

dokumen pribadi
zoom-in-whitePerbesar
dokumen pribadi

Tanggal 10 Agustus, kami kembali menginjakkan kaki di Taman Baca Amalia, sebuah ruang sederhana yang menjadi jendela ilmu bagi anak-anak di kampung pemulung. Sejak awal, kegiatan ini sudah kami rancang untuk memberikan pembelajaran kepada anak-anak jenjang SMP hingga SMA, yaitu belajar tarian dengan harapan mereka mendapatkan bekal pengetahuan terhadap kesenian dan meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Namun, rencana tidak selalu berjalan mulus. Sejumlah kendala menghadang, salah satunya perubahan jadwal yang tiba-tiba di majukan waktunya dari pihak yayasan. Alhasil, target peserta yang kami harapkan tidak tercapai. Yang hadir justru didominasi anak-anak usia TK hingga SD.

Kami segera beralih ke rencana cadangan membuat handmade bracelet. Awalnya, kami khawatir anak-anak akan sulit mengikuti, tetapi nyatanya mereka menyambut ide ini dengan mata berbinar. Dengan berbagai bahan yang kami sediakan, anak-anak mulai merangkai manik-manik menjadi gelang, memadukan warna sesuai selera, dan menunjukkan kreativitas tanpa batas.

Melihat mereka tenggelam dalam proses berkarya, kami sadar bahwa inti dari mengajar bukan hanya tentang materi, melainkan bagaimana membuat anak-anak merasa terlibat, tertarik, dan senang belajar. Kegiatan hari itu mengajarkan kami bahwa keberhasilan sebuah program tidak selalu diukur dari kesempurnaan rencana awal, tetapi dari kemampuan beradaptasi dan memberikan dampak positif bagi mereka yang hadir.

Taman Baca Amalia, meskipun berada di tengah keterbatasan, telah menjadi saksi bahwa semangat belajar bisa tumbuh di mana saja. Dan bagi kami, hari itu bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang belajar, belajar untuk mendengar, menyesuaikan, dan terus berusaha menghadirkan kebahagiaan dalam proses pendidikan.