Konten dari Pengguna

Sudah Sampai Lokasi, Pelanggan Malah Hilang? Order Fiktif Masih Jadi Mimpi Buruk

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KINTAN MAHARANI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

gambar di hasilkan ai
zoom-in-whitePerbesar
gambar di hasilkan ai

Notifikasi pesanan baru biasanya menjadi tanda datangnya rezeki bagi pengemudi ojek online (ojol). Namun, tidak semua pesanan berakhir dengan penghasilan. Ada kalanya pengemudi sudah menempuh perjalanan, bahkan membayar pesanan makanan terlebih dahulu, tetapi pelanggan tiba-tiba tidak bisa dihubungi. Situasi seperti inilah yang dikenal sebagai order fiktif.

Kasus order fiktif masih sering dialami pengemudi ojol. Modusnya pun beragam, mulai dari memberikan alamat yang tidak jelas, nomor telepon yang tidak aktif, hingga sengaja membatalkan pesanan saat pengemudi sudah tiba di lokasi. Akibatnya, pengemudi harus menanggung kerugian karena waktu, tenaga, dan uang yang sudah dikeluarkan tidak bisa kembali.

Banyak pengemudi mengaku bahwa kerugian terbesar bukan hanya soal uang. Waktu yang terbuang untuk menyelesaikan satu pesanan fiktif membuat mereka kehilangan kesempatan menerima order lain. Bagi pengemudi yang mengandalkan pendapatan harian, kondisi ini tentu sangat merugikan.

Meski perusahaan penyedia layanan sudah menyediakan fitur pelaporan dan perlindungan dalam beberapa kondisi, praktik order fiktif masih saja terjadi. Karena itu, banyak pengemudi berharap adanya sistem yang lebih ketat untuk mencegah akun-akun yang menyalahgunakan layanan.

Di balik kemudahan memesan ojol lewat aplikasi, ada pengemudi yang bekerja keras mengejar setiap order demi memenuhi kebutuhan hidup. Karena itu, menggunakan layanan secara jujur dan bertanggung jawab menjadi hal sederhana yang bisa dilakukan agar tidak ada lagi pengemudi yang menjadi korban order fiktif