Konten dari Pengguna

Ini Alasan BNPB Ajak Influencer dalam Penanganan Covid-19

Luthfani Kintania

Luthfani Kintania

Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, Universitas Indonesia

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Luthfani Kintania tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber : Instagram (@BNPB_Indonesia)
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Instagram (@BNPB_Indonesia)

AWAL MULA COVID-19 DI INDONESIA

Virus Covid-19 masuk ke Indonesia pada bulan Maret 2021, hal ini secara langsung disampaikan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo. Sejak saat itu, kasus positif terinfeksi virus yang berasal dari Wuhan, China ini terus bertambah setiap harinya. Hingga mencapai puncak pertama pada bulan Januari 2020. Setelah gelombang pertama selesai, gelombang kedua kembali terjadi pada sekitar bulan Juni-Juli 2021. Puncak kedua gelombang Covid-19 ini terjadi pasca libur Idul Ftri, dimana mobilitas masyarakat dengan aktivitas mudik tidak terkendali, selain itu adanya varian baru Covid-19 juga berdampak terhadap gelombang kedua yang terjadi.

Sumber : instagram (@BNPB_Indonesia)

KEBIJAKAN PEMERINTAH YANG DIKELUARKAN

Saat kasus Covid-19 pertama kali muncul di Indonesia, tepatnya pada Kota Depok. Pemerintah langsung bergerak cepat dengan mengeluarkan beberapa kebijakan yang diharapkan mampu untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Salah satu kebijakan yang pertama kali gencar disosialisasikan adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain kebijakan PSBB, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak) yang sekarang bertambah menjadi 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi dan interaksi). Kebijakan tersebut diharapkan dapat membentuk suatu kebiasaan atau budaya baru di tengah masyarakat yang nantinya dapat berdampak pada penurunan kasus positif Covid-19.

ALASAN BNPB AJAK INFLUENCER

Saat ini, media sosial sedang digandrungi oleh seluruh kalangan masyarakat di Indonesia. Dengan adanya media sosial, penyebaran informasi secara luas mudah dilakukan dan informasi tersebut juga dapat diterima secara langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, media sosial yang pada awalnya hanya sebagai sarana hiburan bagi masyarakat, kini juga mengambil peran sebagai sarana edukasi kepada masyarakat. Media sosial seperti Instagram, Youtube, Twitter, dan Facebook menciptakan cara baru dalam membangun komunikasi melalui influencer. Influencer merupakan orang-orang yang dapat mempengaruhi masyarakat dan memiliki pengikut yang banyak pada media sosial. Influencer bukan hanya dari kalangan selebriti dan Youtuber tetapi dari berbagai kalangan seperti dokter, atlet, aktivis, dan pengusaha. Hal tersebut menjadi salah satu alasan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) mengajak influencer dalam penangan Covid-19. Selain itu, dengan dilibatkannya influencer dalam penanganan Covid-19 ini juga dapat meningkatkan kepercayaan publik/masyarakat kepada pemerintah. Persebaran berita hoaks mengenai Covid-19 dapat diatasi dengan bantuan influencer mengingat influencer memiliki banyak pengikut yang mengartikan mendapat kepercayaan dari pemerintah. Dalam pelaksanaannya influencer memiliki pedoman yang diberikan oleh BNPB langsung.