Kemasan Baru Jipang Kacang, Mahasiswa KKN UMP Bantu UMKM Tampil Modern

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Peserta KKN UMP 2026
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Muhammad Dimy Asshiddiqie tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Jipang Kacang “12 Family” di Desa Sidomulyo mendapat sentuhan baru melalui pendampingan redesain kemasan oleh mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Dari Kemasan Sederhana Menuju Produk yang Lebih Berdaya Saing.
Desa Sidomulyo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten kebumen, memiliki berbagai potensi ekonomi lokal yang terus berkembang melalui usaha masyarakat. Salah satunya adalah industri rumahan Jipang kacang, makanan tradisional berbahan dasar kacang tanah dan gula merah yang telah diproduksi secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Salah satu pelaku usaha tersebut adalah UMKM Jipang Kacang “12 Family”. Selama ini, produk Jipang Kacang telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat dan dipasarkan kepada konsumen di sekitar wilayah Desa Sidomulyo.
Namun, di balik cita rasa produk tradisional tersebut, terdapat tantangan dalam hal tampilan dan pengemasan. Sebelum dilakukan pendampingan, Jipang Kacang masih menggunakan kemasan plastik transparan dengan label sederhana. Informasi produk yang tercantum pada kemasan juga masih terbatas sehingga identitas visual produk belum dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai media pemasaran.
Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sidomulyo.
Melalui salah satu program kerja unggulan, mahasiswa KKN melakukan pendampingan redesain kemasan Jipang Kacang sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk UMKM lokal. Program ini tidak hanya berfokus pada perubahan tampilan kemasan, tetapi juga pada penguatan identitas produk agar lebih informatif dan memiliki daya tarik visual.
Berawal dari Observasi dan Diskusi Bersama Pelaku UMKM, Pelaksanaan program diawali dengan survei dan observasi terhadap kondisi kemasan Jipang Kacang yang telah digunakan sebelumnya. Mahasiswa KKN juga berdiskusi secara langsung dengan pelaku UMKM untuk memahami kondisi usaha serta kebutuhan yang diperlukan dalam pengembangan produk.
Dari hasil pengamatan tersebut, kemasan sebelumnya masih menggunakan plastik polipropilena transparan dengan label yang sederhana. Kemasan tersebut dinilai belum sepenuhnya mendukung produk untuk memiliki identitas visual yang kuat maupun menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain itu, informasi yang terdapat pada kemasan sebelumnya masih terbatas. Padahal, kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga dapat menjadi media komunikasi antara produsen dan konsumen.
Berdasarkan hasil observasi dan diskusi tersebut, mahasiswa KKN kemudian melakukan proses perancangan desain kemasan baru dengan tetap mempertimbangkan karakteristik produk dan identitas lokal dari UMKM Jipang Kacang “12 Family”.
''Menghadirkan Identitas Baru Jipang Kacang “12 Family''
Proses redesain dilakukan dengan merancang label kemasan menggunakan aplikasi desain digital. Identitas baru produk kemudian dikembangkan dengan menampilkan nama merek, ilustrasi produk, komposisi, serta informasi pendukung lainnya.
Kemasan yang sebelumnya menggunakan plastik transparan sederhana kemudian dikembangkan menjadi kemasan *standing pouch* dengan tampilan yang lebih modern dan rapi. Desain visual dibuat untuk memberikan kesan produk yang lebih profesional tanpa meninggalkan karakter sebagai makanan tradisional khas masyarakat setempat.
Selain perubahan tampilan, penggunaan kemasan baru juga memberikan nilai praktis bagi pelaku UMKM. Kemasan standing pouch memungkinkan produk untuk dikemas dengan lebih rapi serta memiliki sistem penutup yang dapat membantu menjaga kondisi produk.
Mahasiswa KKN tidak hanya merancang desain secara digital, tetapi juga menyiapkan purwarupa kemasan yang dapat langsung diperkenalkan kepada pelaku UMKM.
Mahasiswa dan Warga Terlibat Langsung dalam Proses Pengemasan
Proses penerapan kemasan baru dilakukan dengan melibatkan pelaku UMKM dan mahasiswa KKN secara langsung. Pendampingan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam memperkenalkan inovasi sederhana yang dapat diterapkan pada produk lokal.
Dalam prosesnya, mahasiswa turut menyaksikan dan terlibat dalam aktivitas produksi serta pengemasan Jipang Kacang bersama para perajin. Produk yang sebelumnya dikemas dengan cara sederhana kemudian mulai diperkenalkan menggunakan kemasan dengan desain baru.
Kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan perubahan pada tampilan fisik produk, tetapi juga menjadi proses berbagi pengetahuan mengenai pentingnya kemasan sebagai bagian dari strategi pengembangan UMKM.
Melalui keterlibatan langsung bersama masyarakat, mahasiswa KKN berharap inovasi yang dilakukan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi perkembangan usaha Jipang Kacang “12 Family”.
Membuka Peluang Pasar yang Lebih Luas
Redesain kemasan menjadi salah satu langkah awal dalam upaya meningkatkan daya tarik dan nilai tambah Jipang Kacang sebagai produk lokal Desa Sidomulyo.
Dengan identitas visual yang lebih jelas dan tampilan kemasan yang lebih modern, produk diharapkan memiliki peluang untuk menjangkau konsumen di luar pasar lokal. Kemasan baru juga dapat mendukung produk untuk lebih siap dipasarkan melalui berbagai saluran, termasuk toko oleh-oleh maupun media digital.
Program pendampingan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar. Inovasi sederhana, seperti pembaruan kemasan dan identitas visual, dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat citra sebuah produk.
Ke depan, pengembangan Jipang Kacang “12 Family” masih memiliki peluang untuk terus dilanjutkan, termasuk melalui pendampingan legalitas usaha serta perluasan strategi pemasaran digital.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN dan masyarakat, Jipang Kacang yang telah menjadi bagian dari usaha turun-temurun warga Desa Sidomulyo kini mulai mendapatkan wajah baru. Dari kemasan plastik sederhana menuju tampilan yang lebih modern dan informatif, inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk membawa produk lokal Desa Sidomulyo menuju pasar yang lebih luas.
