KKN UPI Kelompok 4 Sisir Rumah di Desa Cilopang untuk Deteksi Dini Hipertensi
Tulisan dari KKN 4 Desa Cilopang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

SUMEDANG, 14 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sumedang Kelompok 4 terus menunjukkan aksi nyata dalam pengabdian kepada masyarakat. Pada tanggal 8, 11, dan 14 Juli 2026, tim mahasiswa bersama para kader Posyandu melaksanakan program kerja pemeriksaan kesehatan atau skrining hipertensi dengan sistem door to door di setiap dusun yang berada di wilayah Desa Cilopang, Kecamatan Cisitu.
Program skrining ini dirancang secara khusus sebagai langkah deteksi awal untuk mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM), dengan fokus utama pada pemantauan tekanan darah. Sasaran utama dari kegiatan KKN ini adalah para lansia (lanjut usia) yang masuk dalam kelompok rentan dan berisiko, terutama mereka yang mengalami kesulitan mobilitas untuk mengunjungi pusat layanan kesehatan atau fasilitas Posyandu secara mandiri.
Kehadiran para mahasiswa dan kader Posyandu ini disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat setempat. Para lansia merasa sangat terbantu dan diperhatikan kesehatannya tanpa harus repot berjalan jauh keluar rumah. Selama pemeriksaan, mahasiswa juga menyempatkan diri untuk berdialog, memberikan edukasi kesehatan ringan, serta memantau rutinitas konsumsi obat bagi lansia.
Berdasarkan hasil rekapitulasi skrining door to door di wilayah Desa Cilopang, tim KKN UPI menarik kesimpulan bahwa rata-rata lansia di kawasan tersebut terindikasi mengalami masalah hipertensi. Sebagai gambaran, terdapat tiga pasien lansia yang dinilai memiliki tingkat risiko paling tinggi jika dilihat dari faktor usia, keluhan fisik, dan tingginya angka tekanan darah. Pasien pertama adalah Ny. D yang telah menginjak usia 85 tahun dengan tekanan darah mencapai 160/90 mmHg. Selanjutnya ada Ny. M (67 tahun) yang tercatat memiliki tensi sangat tinggi di angka 180/90 mmHg. Selain itu, terdapat pula Ny. W (51 tahun) dengan tekanan darah mencapai 160/110 mmHg, yang kondisi fisiknya bahkan sudah menunjukkan gejala penyerta seperti badan yang bergetar. Tingginya angka rata-rata tensi di desa ini sebagian besar dipicu oleh faktor riwayat penyakit, ketergantungan obat, hingga kurangnya pemantauan medis secara berkala.
Melalui hasil skrining ini, seluruh data warga yang memiliki risiko tinggi langsung dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak Posyandu dan tenaga kesehatan desa. Langkah proaktif ini diharapkan mampu menjadi acuan untuk intervensi kesehatan selanjutnya, sehingga kualitas hidup dan kesejahteraan para lansia di Desa Cilopang dapat terus terjaga serta terhindar dari komplikasi fatal PTM.

