Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN 94 UINSA Ikuti Workshop DEFA Untuk Memperkuat Wawasan Ekonomi Desa

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN 94 UINSA Desa Tampung, Rembang, Pasuruan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKN 94 UINSA Ikuti Workshop DEFA bertema “Local Upgrading Lembaga Ekonomi Desa" yang diselenggarakan di Balai Desa Tampung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.

Mahasiswa KKN 94 UINSA ikuti Workshop bertema “Local Upgrading Lembaga Ekonomi  Desa, Program Development of Efficient Food Agriculture (DEFA)”  diselenggarakan di Balai Desa Tampung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026.
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN 94 UINSA ikuti Workshop bertema “Local Upgrading Lembaga Ekonomi Desa, Program Development of Efficient Food Agriculture (DEFA)” diselenggarakan di Balai Desa Tampung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026.

Mahasiswa KKN 94 UINSA ikuti Workshop yang diadakan oleh Perangkat Desa Tampung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan bertema “Local Upgrading Lembaga Ekonomi Desa, Program Development of Efficient Food Agriculture (DEFA)” yang diselenggarakan di Balai Desa Tampung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026. Selain dihadiri oleh perangkat desa dan mahasiswa KKN 94 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), adapun diikuti oleh mahasiswa KKN dari STEBI Sidogiri. Rangkaian acara dibuka dengan sambutan Kepala Desa Tampung dan Bapak Amin selaku narasumber utama. Selanjutnya, perwakilan Social Transformation and Public Awareness (STAPA) menyampaikan sambutan sekaligus pengantar materi mengenai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Setelah itu, materi inti disampaikan oleh Kepala Desa Tampung bersama Bapak Amin atau yang akrab disapa Cak Imin sebagai perwakilan STAPA. Dalam forum sosialisasi DEFA, mahasiswa KKN 94 UINSA turut berpartisipasi secara aktif sebagai audiens. Kegiatan ini berfokus pada pembahasan mengenai penguatan ekonomi desa melalui BUMDes dan KDMP. Menurut Cak Imin selaku narasumber dari STAPA, pendekatan yang digunakan pemerintah lebih menitikberatkan pada penguatan kelembagaan. ”Titik poinnya DEFA ini kan ngomongin Food Agriculture (ketahanan dan kedaulatan pangan), cuman pendekatannya pada sisi kelembagaan sumber daya manusia,” ujarnya. Lebih lanjut, Cak Imin menjelaskan bahwa STAPA berperan dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi sekaligus kelembagaan di desa. ”BUMDes dan KDMP dituntut untuk menghasilkan keuntungan (profit). Sebanyak 20 persen keuntungan pada akhir tahun akan dikembalikan kepada desa dan dimasukkan ke dalam Pendapatan Asli Desa (PAD),” tuturnya. Selanjutnya, narasumber kedua memaparkan materi mengenai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dijelaskan bahwa hingga saat ini koperasi di Desa Tampung belum didirikan secara fisik karena pemerintah desa masih mempertimbangkan lokasi yang strategis. Selain itu, masyarakat desa juga dinilai masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan yang baik. Pemilihan lokasi pendirian KDMP menjadi faktor yang sangat penting. Apabila koperasi dibangun di lokasi yang kurang strategis, potensi kerugian akan ditanggung oleh desa karena aktivitas usaha dan pemasaran menjadi kurang optimal. Sebaliknya, apabila lokasi dipilih secara strategis, akses masyarakat akan lebih mudah sehingga kegiatan pemasaran dan penjualan produk dapat berjalan lebih efektif. ”Jadi kalau secara organisasi (struktural), koperasi itu sudah ada, tetapi secara fisik belum ada,” tutur Kepala Desa Tampung. Kepala Desa Tampung juga menyampaikan bahwa belum berdirinya koperasi desa memberikan dampak terhadap kondisi keuangan desa. Menurutnya, terdapat kerugian karena, baik koperasi telah berdiri maupun belum, anggaran desa tetap mengalami pemotongan sebesar 70 persen sejak diberlakukannya kebijakan efisiensi anggaran. Akibatnya, anggaran desa berkurang secara signifikan sehingga pada tahun ini desa mengalami keterbatasan keuangan.

Mahasiswa KKN 94 UINSA ikuti Workshop bertema “Local Upgrading Lembaga Ekonomi Desa, Program Development of Efficient Food Agriculture (DEFA)” diselenggarakan di Balai Desa Tampung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026.

Pada sesi terakhir, dibuka sesi tanya jawab mengenai skema pendanaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang melibatkan dukungan dari Agrinas pada tahap awal pengelolaan. Selama dua tahun pertama, koperasi berada dalam pendampingan Agrinas agar operasionalnya dapat berjalan dengan baik. Dalam mekanisme pengembaliannya, sekitar 70 persen pendapatan koperasi dialokasikan untuk mengangsur pembiayaan kepada Agrinas. Skema tersebut berlangsung hingga enam tahun. Sebagai bagian dari dukungan tersebut, koperasi memperoleh fasilitas berupa gedung, sarana transportasi, serta berbagai kebutuhan operasional gerai. Setelah koperasi memperoleh keuntungan, sekitar 20 persen laba akan dikembalikan kepada desa sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD) dan pembangunan desa. Dengan demikian, keberhasilan KDMP tidak hanya bergantung pada sistem pendanaannya, tetapi juga pada pemilihan lokasi usaha yang strategis agar koperasi mampu berkembang serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa. Berdasarkan hasil wawancara dengan panitia yang juga merupakan perangkat Desa Tampung, workshop DEFA ini diadakan untuk mendorong masyarakat supaya lebih berani mengembangkan ide dan inovasi dalam memperkuat perekonomian desa lewat BUMDes dan KDMP. Lewat kegiatan ini, pemerintah desa berharap masyarakat bisa lebih paham pentingnya peran kedua lembaga tersebut sebagai penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan. Panitia juga menyampaikan bahwa secara keseluruhan kegiatan berjalan lancar berkat kerja sama semua pihak yang terlibat. Antusiasme peserta selama mengikuti materi dan sesi diskusi juga terlihat tinggi, menunjukkan semangat kolaborasi yang baik. Workshop ini tidak hanya menambah ilmu, tapi juga mempererat hubungan antara pemerintah desa, narasumber, dan mahasiswa KKN yang hadir. Selain itu, workshop ini juga bertujuan untuk menambah wawasan peserta tentang pengelolaan BUMDes dan KDMP, mulai dari aspek kelembagaan, pengembangan usaha, sampai cara pengelolaan yang efektif. Harapannya, pengetahuan ini bisa jadi bekal bagi masyarakat dan pihak-pihak yang terlibat dalam mendukung pembangunan ekonomi desa.

Author :

1. Zulfiana Ismaturrohmah

2. Zulfi Al Hanif Ramadhani

Mahasiswa KKN 94 UINSA